JAKARTA – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) diprediksi akan membagikan dividen jumbo kepada para pemegang sahamnya. Hal ini menyusul rampungnya penjualan 47,99% saham dan waran tambang batu bara Kestrel kepada Yancoal Australia. Nilai transaksi penjualan ini mencapai US$814 juta sebelum pajak, yang setara dengan 20,69% dari total ekuitas AADI.
Berdasarkan catatan BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), nilai transaksi setelah pajak diperkirakan sekitar US$734,83 juta. Sementara itu, arus kas bersih yang diterima AADI setelah dipotong pajak dan penyesuaian SPA adalah sebesar US$700 juta. Selain itu, AADI berpotensi mendapatkan tambahan dana sebesar US$550 juta dalam lima tahun mendatang, tergantung pada pergerakan harga batu bara metalurgi.
BRIDS melaporkan bahwa AADI mengindikasikan dana yang diperoleh dari penjualan Kestrel akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis di dalam negeri, pembagian dividen, serta sebagian untuk pembayaran utang perusahaan.
Skenario Pembagian Dividen
Dengan mempertimbangkan dana hasil penjualan Kestrel yang mencapai US$700 juta, BRIDS menyajikan tiga skenario pembagian dividen. Skenario pertama mengasumsikan rasio dividen 50%, yang setara dengan Rp806 per saham. Angka ini mencerminkan yield sebesar 7,2% jika dihitung berdasarkan harga saham Rp11.175.
Pada skenario kedua, rasio dividen ditetapkan sebesar 75%, menghasilkan Rp1.209 per saham dengan yield 10,8%. Skenario ketiga, yang paling optimis, memproyeksikan rasio dividen 100%, di mana setiap saham akan mendapatkan dividen sebesar Rp1.612. Jumlah ini setara dengan yield 14,4%.
BRIDS juga mencatat bahwa yield dari rasio dividen 75% dan 100% sudah melampaui proyeksi yield tahun 2026 yang sebesar 10,3%. Terdapat pula potensi tambahan bonus dividen jika konsiderasi divestasi Kestrel berhasil dieksekusi sepenuhnya.