Berikut adalah rangkuman lima berita ekonomi paling populer hingga Jumat, 2 Oktober 2026. Berita-berita ini mencakup pergerakan di pasar modal, keputusan korporasi, hingga perkembangan bisnis strategis.
Hashim Djojohadikusumo Mundur dari WIFI
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mengumumkan pengunduran diri komisaris utama perseroan, Hashim S Djojohadikusumo, serta direktur perseroan, Henny Santoso. Pengunduran diri tersebut disampaikan melalui surat tertanggal 29 September 2026.
Dividen AADI Diprediksi Mencapai 14% Yield
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) diprediksi akan membagikan dividen yang signifikan setelah menyelesaikan penjualan 47,99% saham dan waran tambang batu bara Kestrel kepada Yancoal Australia. Nilai transaksi awal mencapai US$ 814 juta sebelum pajak, yang setara dengan 20,69% dari ekuitas AADI. Setelah memperhitungkan pajak dan penyesuaian SPA, arus kas bersih yang diterima AADI diperkirakan sekitar US$ 700 juta, dengan potensi dividen per saham mencapai Rp 1.612 atau memberikan yield 14%.
Bos GOTO Jelaskan Pergerakan Saham Perseroan
Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta klarifikasi dari manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terkait pergerakan sahamnya yang terus mengalami auto rejection bawah (ARB) sejak 28 September hingga 1 Oktober 2026. Direktur dan Sekretaris Perusahaan GOTO, RA Koesoemohadiani, menjelaskan bahwa hal ini berkaitan dengan keluarnya GOTO dari MSCI Global Standard Indexes per 31 Agustus 2026.
DOOH Berencana Caplok Saham INET dan Rights Issue
PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mengumumkan rencana transformasi bisnis yang signifikan, bergerak dari perusahaan periklanan digital menjadi penyedia infrastruktur ekosistem AI terpadu di Indonesia, di bawah kendali pemegang saham pengendali baru, PT Sinergi Internasional Investama (SII). Sebagai bagian dari strategi ini, entitas anak DOOH, PT Cakrawala Nexus Investama (CNI), berencana mengakuisisi 29,88% saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dari PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN). Transaksi ini akan didukung oleh suntikan dana triliunan rupiah melalui rancangan rights issue.
Bank Mandiri (BMRI) Bayarkan Dividen Interim Rp 6,16 Triliun
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah melaksanakan pembayaran dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp 6,16 triliun pada Jumat, 2 Oktober 2026. Besaran dividen yang dibayarkan per saham adalah Rp 66. Pembagian dividen interim ini didasarkan pada data keuangan per 30 Juni 2026, di mana perseroan mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 30,4 triliun.