Yancoal Kuasai Tambang Batu Bara Kestrel Senilai Rp 26 Triliun

Yancoal Australia Ltd telah menyelesaikan akuisisi Kestrel Coal Group Pty Ltd (KCG), yang memegang 80% saham di tambang batu bara Kestrel di Bowen Basin, Queensland, Australia. Keputusan ini menyusul langkah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melalui anak usahanya, Adaro Capital Limited (ACL), yang melepas kepemilikan sahamnya di Kestrel Coal Group.

Transaksi penyelesaian ini melibatkan EMR Capital Advisors Pty Ltd, Kestrel Coal (EMR) Limited, Adaro Capital Limited (ACL), serta EMR Capital Management Limited. Akuisisi ini sebelumnya telah diumumkan oleh Yancoal pada 14 April 2026.

Pada saat penyelesaian transaksi, Yancoal melakukan pembayaran tunai sebesar US$ 1,85 miliar, belum termasuk penyesuaian lazim yang berlaku. Pendanaan akuisisi ini bersumber dari kas internal perseroan yang dikombinasikan dengan penarikan awal fasilitas pinjaman sindikasi akuisisi senilai US$ 1,2 miliar dengan tenor lima tahun. Selain itu, Yancoal juga memiliki fasilitas modal kerja yang belum terpakai senilai US$ 200 juta dengan tenor lima tahun.

Yancoal berpotensi melakukan pembayaran dana kontinjensi hingga maksimal US$ 550 juta. Pembayaran tambahan ini bergantung pada harga acuan batu bara yang melampaui US$ 225 per ton secara nominal dalam salah satu dari lima tahun pertama pasca-transaksi. Sejak 1 Oktober 2026, Yancoal akan mulai mengakui porsi produksi, pendapatan, dan laba Kestrel yang menjadi hak perseroan.

Chief Executive Officer (CEO) Yancoal, Sharif Burra, menyatakan bahwa akuisisi 80% saham Kestrel sangat sesuai secara strategis dengan bisnis perseroan. Akuisisi ini menambah aset batu bara metalurgi berkualitas tinggi dan berumur panjang bagi Yancoal.

Menurut Burra, Kestrel juga akan memperbesar skala dan mendiversifikasi portofolio Yancoal, sekaligus meningkatkan proporsi batu bara metalurgi premium dalam bauran produknya. “Akuisisi ini menempatkan kami pada posisi untuk memberikan nilai yang lebih besar kepada para pemegang saham dan memperkuat posisi Yancoal sebagai salah satu perusahaan pertambangan batu bara terkemuka di Australia,” ujar Burra dalam keterangan pers, Kamis (1/10/2026).

Selanjutnya, Yancoal akan melanjutkan proses integrasi Kestrel bersama manajemen dan karyawan tambang. Perseroan juga akan berkolaborasi dengan Mitsui, mitra usaha patungan yang mempertahankan kepemilikan 20% saham di Kestrel. Yancoal berencana mengirimkan dokumen rinci mengenai akuisisi, laporan akuntan, laporan tenaga ahli kompeten, dan valuasi KCG kepada para pemegang saham paling lambat pada 23 November 2026.

Tinggalkan komentar