Tiga Saham Pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk Perdagangan 2 Oktober 2026

JAKARTA – BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham, yaitu Energi Mega Persada Tbk (ENRG), MAPI (COCO), dan Visi Media Asia Tbk (VKTR) untuk perdagangan pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurut analisis BRI Danareksa Sekuritas, harga saham ENRG mengalami kenaikan 4,44% ke level 1.410. Saham ini berhasil bangkit dari level support 1.203-1.264 dan kembali berada di atas Moving Average 20 (MA20) di 1.363. Indikator MACD menunjukkan perbaikan, dengan level resistance 1.440 sebagai konfirmasi. Jika level ini tertembus, saham berpotensi mengarah ke 1.500-1.610, sementara support terdekat berada di 1.350.

ENRG berencana menerbitkan 13,28 miliar saham baru dengan harga Rp310 per saham. Dana hasil penerbitan ini utamanya akan dialokasikan untuk pengeboran sembilan sumur di lapangan EMP Bentu, pembangunan pipa gas, Enhanced Oil Recovery (EOR), serta pengembangan aset lainnya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi perusahaan di masa mendatang.

Sementara itu, harga saham COCO melonjak 13,27% ke level 111, bangkit dari area support 102-92 disertai peningkatan volume transaksi. Namun, harga saham masih berada di bawah MA20 di 124 dan MACD masih menunjukkan sinyal negatif. Rebound diperkirakan berlanjut menguji level 116, dan berpotensi mencapai 124 jika terjadi breakout. Level support tetap di area 102-92.

COCO telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) untuk mengakuisisi hingga 99,99% saham PT Sari Murni Abadi (Momogi). Transaksi ini bertujuan untuk memperluas jaringan distribusi, meningkatkan utilisasi produksi, serta menciptakan efisiensi dalam rantai pasok.

Untuk saham VKTR, harga 825 menunjukkan pemulihan dari area support 729-663 dan sedikit di atas MA20 di 803. Indikator MACD mulai menunjukkan perbaikan momentum. Selama harga bertahan di atas 803, terdapat peluang untuk menguji level 855, dan berpotensi berlanjut ke 915 jika terjadi breakout.

VKTR telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) senilai maksimal Rp3 triliun. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk memperkuat modal kerja dan kapasitas bisnis di sektor kendaraan listrik komersial. Namun, aksi korporasi ini berpotensi menimbulkan dilusi bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya.

Prediksi IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,02% ke level 6.009,5 pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pelemahan ini menandai level terendah dalam lebih dari dua bulan terakhir. Tekanan jual terlihat cukup luas, dengan 450 saham mengalami penurunan, sementara investor asing mencatat jual bersih (net sell) sekitar Rp240 miliar di pasar reguler.

Sentimen domestik turut dipengaruhi oleh ketidakpastian pasca-reshuffle Kabinet Merah Putih, di tengah kondisi nilai tukar rupiah dan pasar saham yang masih berada di bawah tekanan.

Fokus sentimen pasar selanjutnya akan bergeser ke rilis data ekonomi global, terutama data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan menjadi perhatian dalam membaca arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Dari sisi domestik, surplus perdagangan pada Agustus tercatat sebesar US$3,55 miliar, sementara inflasi September mencapai 3,28% secara year-on-year (YoY). Data ini menunjukkan aktivitas ekspor masih solid, namun tekanan harga domestik mulai meningkat.

Pasar juga akan mengevaluasi dampak dari reshuffle kabinet serta implementasi mekanisme short selling terhadap sentimen dan aktivitas perdagangan di bursa.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan setelah menembus support Fibonacci di level 6.019 dan ditutup mendekati level psikologis 6.000.

“MACD masih menunjukkan bearish momentum, sehingga indeks berpotensi konsolidasi di area 6.000–6.200. Support berikutnya berada di 5.854, sedangkan resistance 6.185–6.240; kemampuan kembali menembus 6.185 menjadi konfirmasi awal untuk membuka ruang technical rebound,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya, Jumat (2/10/2026).

Pada perdagangan sebelumnya, indeks di bursa Wall Street ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average menguat 0,04% ke level 50.926,5. S&P 500 naik 0,19% ke 7.666,45, dan Nasdaq Composite menguat 0,039% menjadi 26.871,6.

Tinggalkan komentar