Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berupaya membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat pencari kerja untuk mendapatkan kesempatan bekerja melalui program “Gampang Kerja”. Program ini dirancang untuk mempermudah pencari kerja bertemu dengan dunia usaha dan meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menekankan pentingnya pekerjaan sebagai pintu menuju kehidupan yang lebih baik. “Saat seseorang mendapatkan pekerjaan, yang terbantu bukan hanya dirinya. Ada keluarga yang ikut merasakan manfaatnya, kebutuhan yang bisa terpenuhi, dan ada masa depan yang bisa ditata,” ujar Sachrudin dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026). Ia menambahkan bahwa Pemkot Tangerang menggelar job fair secara rutin setiap bulan, sebuah konsistensi yang diklaim mungkin hanya ada di Kota Tangerang.
Konsistensi program ini tercermin dari penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Tangerang yang berada di angka 5,88% pada 2025, lebih rendah dibandingkan TPT Provinsi Banten sebesar 6,63%. Melalui job fair periode 2026, sebanyak 864 warga Kota Tangerang telah terserap dari 4.219 pelamar.
Program “Gampang Kerja” tidak hanya membuka lowongan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas. Dwiki Alpian, salah satu penerima manfaat, kini bekerja di sebuah gerai ritel setelah mendapatkan kesempatan melalui Job Fair Kota Tangerang. Sachrudin berpesan kepada Dwiki dan pencari kerja lainnya untuk tidak pernah minder dan terus mengembangkan kemampuan.
“Jangan pernah merasa minder. Kita juga punya kemampuan dan kesempatan yang sama,” pesan Sachrudin. “Tetap semangat, terus belajar, dan jangan takut mencoba.” Ia menegaskan bahwa kemampuan dan kompetensi menjadi pertimbangan utama, serta semua orang memiliki hak yang sama untuk bekerja, berkarya, dan menjadi mandiri.
Dwiki menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan bekerja yang membawanya pada kemandirian. “Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan bekerja di sini melalui Job Fair Kota Tangerang. Sekarang saya bisa bekerja, memiliki penghasilan dan lebih mandiri,” ujarnya.
Untuk mendukung pencari kerja berkebutuhan khusus, Unit Layanan Disabilitas Pemkot Tangerang bekerja sama dengan Yayasan Difabel Mandiri Indonesia. Hingga 2026, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang telah menempatkan 57 pencari kerja berkebutuhan khusus di berbagai perusahaan.
Selain job fair langsung, Pemkot Tangerang juga menghadirkan kemudahan akses secara daring melalui fitur ‘Tangerang Cakap Kerja’ yang terintegrasi dalam aplikasi Tangerang LIVE. Pencari kerja cukup memindai QR code untuk melamar tanpa membawa CV fisik.
Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa kemudahan ini bertujuan menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang responsif. “Job fair menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha. Kami ingin prosesnya semakin mudah, cepat, dan efisien, mulai dari mendapatkan informasi lowongan hingga mengikuti proses rekrutmen,” ujar Ujang.
Layanan tatap muka juga akan ditingkatkan melalui Pojok Lowongan Kerja (Joker) di Kantor Disnaker Kota Tangerang, yang ditargetkan diresmikan akhir Oktober 2026. Layanan ini akan dibuka setiap Jumat untuk memberikan informasi dan akses peluang kerja.
Pemkot Tangerang juga fokus pada penguatan kompetensi melalui berbagai program seperti On the Job Training (OJT), Bursa Kerja Khusus (BKK), SI PRAJA (Mobil Pelatihan Praktik Kerja), dan Balai Latihan Kerja (BLK). Pelatihan mencakup keterampilan digital dan teknologi informasi, serta kolaborasi dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk menyiapkan lulusan dan pencari kerja, termasuk untuk peluang penempatan kerja ke luar negeri.
Program “Gampang Kerja” hadir dari hulu ke hilir, tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga membangun kesiapan sejak awal, mulai dari informasi lowongan, proses rekrutmen, pendampingan, hingga peningkatan kompetensi. Pemkot Tangerang memastikan masyarakat memiliki akses sekaligus bekal untuk memasuki dunia kerja agar mampu mengambil dan mempertahankan kesempatan tersebut.