JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melalui PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) menggelar program edukasi “Merdeka Tanpa Narkoba” bagi pelajar di SMAN 13 dan SMAN 80 Jakarta. Kegiatan ini merupakan upaya Pelindo dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo yang dilaksanakan berkolaborasi dengan Pelindo Regional 2 dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Utara. Edukasi ini selaras dengan program ANANDA Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak Bersih Narkoba) yang diusung BNN, yang bertujuan memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak usia dini.
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, menyatakan bahwa momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepedulian terhadap generasi penerus bangsa. Menurutnya, kemerdekaan bukan hanya soal kebebasan, tetapi juga kemampuan generasi muda untuk melindungi diri dari ancaman yang dapat menghambat masa depan.
“Merdeka tanpa narkoba berarti memberikan ruang bagi generasi muda untuk tumbuh sehat, berkarakter, dan mampu menentukan masa depannya. Karena itu, edukasi dan pendampingan sejak usia sekolah menjadi penting agar para pelajar memiliki pemahaman dan ketahanan diri dalam menghadapi berbagai pengaruh di lingkungan sekitarnya,” ujar Dewi dalam keterangan rilisnya, Jumat (2/10/2026).
Dalam sesi edukasi, siswa mendapatkan pemaparan langsung dari BNN Kota Jakarta Utara mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, dampaknya terhadap kesehatan dan kehidupan sosial, serta pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang sehat. Materi ini dibagikan untuk membekali pelajar agar tidak hanya mengetahui risiko narkoba, tetapi juga mampu mengidentifikasi situasi yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan.
Bagi PSL, penguatan edukasi generasi muda adalah kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan SDM berkualitas. Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta mendukung Asta Cita ke-4 pembangunan SDM yang berkualitas, produktif, dan berkarakter. Melalui sinergi dengan entitas Pelindo dan BNN Kota Jakarta Utara, PSL berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan kondusif bagi generasi muda.
Kepala BNN Kota Jakarta Utara, Kombes Pol. Irwan Andi Purnamawan, mengapresiasi kolaborasi Pelindo dalam memperkuat edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pendidikan. Ia menekankan bahwa pembangunan generasi muda yang bersih dari narkoba memerlukan keterlibatan berkelanjutan dari berbagai pihak.
“Pencegahan narkoba membutuhkan sinergi. Tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja. Kolaborasi dengan dunia pendidikan, pemerintah, BUMN, dan masyarakat menjadi penting untuk memperkuat upaya pencegahan dan membangun generasi muda yang sehat serta memiliki masa depan,” kata Irwan.
Para pelajar menilai edukasi ini sebagai kesempatan berharga untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai bahaya narkoba dan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif. Varel Agustyno D., siswa SMAN 80 Jakarta, mengaku mendapatkan pemahaman baru terkait dampak buruk penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih memahami bahwa narkoba bisa berdampak pada kesehatan dan masa depan. Menurut saya, sebagai pelajar kita harus lebih berhati-hati dalam memilih teman dan lingkungan pergaulan serta berani menolak hal-hal yang dapat merugikan,” ungkapnya.
Dengan semangat Merdeka Tanpa Narkoba, PSL bersama entitas Pelindo lainnya dan BNN Kota Jakarta Utara terus mendorong peningkatan kesadaran generasi muda sejak dini. Upaya ini diharapkan menjadi bagian dari langkah kolektif untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, berintegritas, berkarakter, serta mampu mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan kontribusi positif bagi bangsa.