Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ungkap 8 Ton Narkoba dalam 2 Bulan

Jakarta – Dalam kurun waktu dua bulan terakhir masa kepemimpinannya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Jenderal Suyudi Ario Seto berhasil menggagalkan peredaran narkoba dalam jumlah masif, mencapai lebih dari 8 ton.

Pencapaian signifikan ini turut mengantarkan Jenderal Suyudi Ario Seto pada jabatan tertinggi di Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI (Kapolri) menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (1/10).

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 ini dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto setelah sebelumnya menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari yang sama. Komisi III DPR menyetujui pengangkatannya sebagai Kapolri secara aklamasi.

Sebelum dipercaya memegang tampuk kepemimpinan Polri, Jenderal Suyudi menjabat sebagai Kepala BNN selama lebih dari satu tahun. Selama periode tersebut, BNN di bawah komandonya mencatat berbagai keberhasilan dalam pemberantasan narkoba.

Lebih dari 8 ton narkoba berhasil digagalkan dalam empat kasus besar. Pengungkapan ini merupakan hasil sinergi antara BNN dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, serta instansi terkait lainnya.

Salah satu pengungkapan terbesar adalah 3,37 ton cannabis buds, yang berhasil mencegah kerugian negara senilai Rp 4,58 triliun dan menyelamatkan sekitar 10,1 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.

Tidak lama berselang, BNN bersama tim dari Bareskrim Polri dan Bea Cukai kembali menggagalkan 1,3 ton ketamin dari jaringan internasional. Barang bukti dengan nilai ekonomis mencapai Rp 2,07 triliun ini diperkirakan menyelamatkan 6,49 juta jiwa.

Pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2026, sebuah operasi gabungan kembali mencatat prestasi dengan menggagalkan 2,6 ton sabu cair dari kapal MV Ocean Porter. Sabu cair ini berpotensi menghasilkan 2,8 juta cartridge vape narkoba senilai Rp 8,5 triliun, serta menyelamatkan 14,1 juta jiwa.

Upaya pemberantasan terus berlanjut. Tujuh hari kemudian, pada 24 Agustus 2026, tim gabungan kembali menemukan 800 kilogram ketamin HCL yang diselundupkan di kapal Fu Chang Sing I. Pengungkapan ini merupakan pengembangan dari jaringan narkoba internasional yang memanfaatkan jalur laut.

Kapal Fu Chang Sing I terdeteksi melakukan aktivitas ship to ship dengan kapal MT asli sebelum akhirnya diintersepsi oleh tim gabungan di Perairan Anambas dan Natuna. Pengungkapan 800 kilogram ketamin HCL ini bernilai Rp 1,28 triliun dan diperkirakan menyelamatkan 4 juta jiwa.

Pengembangan kasus ini juga berhasil mengamankan seorang Warga Negara Taiwan yang berperan sebagai Manajer Kapal Fu Chang Sing sekaligus pengendali pengiriman barang bukti.

Secara total, dalam dua bulan, lebih dari 8 ton narkoba berhasil diamankan dengan nilai ekonomi jaringan yang dilumpuhkan mencapai lebih dari Rp 16,4 triliun. Yang terpenting, lebih dari 34,7 juta jiwa generasi bangsa berhasil diselamatkan dari ancaman narkotika.

Tim gabungan menggagalkan kapal penyelundup 800 kilogram ketamin di Perairan Anambas, Kepulauan Riau. Foto: dok. Istimewa

Profil Singkat Suyudi Ario Seto

Suyudi Ario Seto lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973. Ia lulus dari Akpol pada tahun 1994, melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003, dan Sekolah Pimpinan Tinggi (Sespimti) pada 2018. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dan Magister Sains.

Pada Januari 2026, Suyudi dianugerahi Doktor Honoris Causa Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanegara atas kontribusinya dalam kebijakan penanganan narkoba. Menjabat sebagai Kepala BNN pada 2025, Suyudi merupakan alumni Akpol 94 pertama yang menyandang pangkat bintang tiga.

Perjalanan kariernya di Kepolisian Republik Indonesia diwarnai dengan pengalaman panjang di bidang reserse. Ia memulai karier sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya dan pernah memegang sejumlah jabatan penting di berbagai Polres wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk Kapolsek Pasar Minggu hingga Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Pada tahun 2011, Suyudi Ario menjabat sebagai Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjadi Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017 dan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya pada 2019.

Ia juga pernah memegang sejumlah jabatan strategis di Bareskrim Polri, seperti Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber) Bareskrim Polri pada tahun 2020.

Pada tahun 2023, Suyudi Ario dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Metro Jaya, yang membuatnya resmi menyandang pangkat bintang satu atau Brigadir Jenderal.

Setahun kemudian, pada 2024, ia diangkat menjadi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten dengan pangkat Inspektur Jenderal atau bintang dua.

Pada 25 Agustus 2025, Suyudi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BNN, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 118 TPA Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Tinggi Utama di lingkungan BNN.

Tinggalkan komentar