Insiden Tak Senonoh di Bus Transjakarta: Penumpang BAB di Dalam Bus

JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat insiden buang air besar (BAB) di dalam bus. Peristiwa yang terjadi pada bus layanan Rute 6C (Stasiun Tebet-Kuningan) pada Rabu, 30 September 2026, ini telah viral di media sosial.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa insiden ini terjadi pada armada JDM 240090. “Transjakarta memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan pada layanan Rute 6C (St Tebet-Kuningan) pada Rabu, 30 September 2026, akibat adanya insiden pelanggan yang buang air besar (BAB) di dalam bus operator JDM 240090,” ujar Ayu dalam keterangan tertulisnya.

Menanggapi laporan yang beredar, Transjakarta telah mengambil langkah cepat. Armada yang terdampak langsung ditarik dari operasional untuk menjalani pembersihan menyeluruh dan sterilisasi sebelum kembali melayani penumpang. “Sebagai langkah cepat, armada yang terdampak langsung ditarik dari operasional untuk dilakukan proses pembersihan menyeluruh (deep cleaning) dan sterilisasi sebelum beroperasi kembali,” jelas Ayu.

Insiden ini pertama kali menjadi perhatian publik setelah salah satu akun di media sosial membagikan pengalamannya menemukan kotoran manusia di kursi bus pada dua perjalanan berbeda. Disebutkan pula bahwa seorang penumpang sempat melaporkan temuan tersebut kepada sopir, yang kemudian membersihkan kotoran itu.

Transjakarta mengimbau seluruh pelanggan untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas publik. Perusahaan juga mengingatkan penumpang untuk memanfaatkan fasilitas toilet yang tersedia di sejumlah halte yang tersebar di berbagai koridor layanan.

Lebih lanjut, Ayu menegaskan bahwa evaluasi dan penanganan internal telah dilakukan untuk memastikan kejadian serupa dapat ditanggulangi dengan lebih cepat dan berjenjang. “Evaluasi dan penanganan internal telah kami lakukan agar kejadian serupa dapat ditanggulangi lebih cepat secara berjenjang,” tutupnya.

Tinggalkan komentar