JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mendapat sentimen positif dari pasar global. Data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang dirilis lebih lemah dari perkiraan memunculkan harapan bahwa bank sentral AS, The Fed, tidak akan menaikkan suku bunga pada Oktober.
Berdasarkan sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG pada pekan ini, 5-9 Oktober 2026, akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat. Kisaran resistance diprediksi berada di level 6.200, dengan pivot di 6.100 dan support di 6.000. Perusahaan riset ini juga merekomendasikan lima saham pilihan, termasuk PT Astra International Tbk (ASII).
Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa penguatan terjadi di bursa Wall Street pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026. “Penguatan dipicu oleh data nonfarm payrolls yang lebih rendah dari perkiraan menimbulkan harapan bahwa the Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada bulan ini,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (5/10/2026).
Data nonfarm payrolls tercatat sebanyak 29 ribu pada September, melambat dari 133 ribu di Agustus dan lebih rendah dari estimasi 90 ribu. Tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) juga tercatat naik menjadi 4,2% dari 4,1%. Indeks Wall Street ditutup lebih rendah dari level intraday tertingginya karena yield US-Treasury berbalik menguat setelah sempat melemah.
Di pasar komoditas, harga minyak mengalami pelemahan terbatas. Hal ini terjadi setelah negara-negara G7 mengumumkan akan melepas 100 juta barel cadangan minyak selama empat bulan ke depan. Sementara itu, harga emas spot turun 0,8% ke level US$ 4.145 per ons troi, dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dan yield obligasi AS.
Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa fokus perhatian pasar global masih akan tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah serta pergerakan pasar obligasi pemerintah. Dari AS, investor akan mencermati risalah rapat FOMC, data ISM Service PMI, serta data awal Michigan Consumer Sentiment.
Risalah rapat FOMC dijadwalkan rilis pada Rabu, 7 Oktober 2026. Investor akan mencari petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan moneter the Fed. Data inflasi PCE dan nonfarm payrolls yang lebih rendah dari perkiraan, serta pernyataan dovish dari beberapa pejabat the Fed sebelumnya, telah memunculkan harapan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada Oktober.
Rilis Data Domestik
Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG ditutup menguat 0,46% ke level 6.036,89 pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026. Pada pekan ini, investor akan mencermati beberapa data ekonomi domestik. Data tersebut meliputi cadangan devisa pada 7 Oktober 2026, indeks keyakinan konsumen pada 8 Oktober 2026, serta data retail sales dan penjualan otomotif pada 9 Oktober 2026.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memaparkan bahwa indikator Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area oversold. Sementara itu, histogram MACD masih berada di area negatif. IHSG ditutup di atas MA3. “Dengan demikian, IHSG pekan ini diperkirakan sideways cenderung menguat pada kisaran 6.000-6.200,” papar Phintraco Sekuritas.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham pilihan untuk dicermati investor, yaitu PT Astra International Tbk (ASII), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).