JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) akan melakukan penawaran tender sukarela untuk membeli maksimal 238,4 juta saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), yang setara dengan 4,95% dari total saham perseroan. Langkah ini disambut positif oleh analis yang memprediksi saham AUTO memiliki potensi kenaikan hingga 48%.
ASII menetapkan harga tender offer saham AUTO sebesar Rp 3.600 per saham. Nilai transaksi maksimal dari aksi korporasi ini diperkirakan mencapai Rp 858,4 miliar. Jika seluruh saham yang ditawarkan terserap, kepemilikan ASII di AUTO akan meningkat dari 80% menjadi 84,95%.
Periode penawaran tender offer dijadwalkan berlangsung mulai 8 Oktober hingga 6 November 2026, dengan penyelesaian transaksi pada 13 November 2026.
Analis Trimegah Sekuritas Indonesia, Aldo Perkasa dan Luther Avery, menilai aksi korporasi ini menunjukkan keyakinan Astra terhadap fundamental bisnis AUTO, bukan sebagai langkah menuju privatisasi. Mereka memperkirakan porsi saham publik atau *free float* AUTO setelah tender offer akan tetap berada di kisaran 15%.
“Harga tender juga menjadi perhatian karena mencerminkan premi 35% terhadap rata-rata harga tertinggi harian selama 90 hari yang menjadi referensi berdasarkan ketentuan regulator,” tulis Aldo dan Luther dalam riset mereka.
Trimegah Sekuritas berpandangan bahwa keputusan pemegang saham pengendali untuk membeli saham pada harga tersebut semakin memperkuat pandangan bahwa valuasi AUTO masih relatif rendah.
Prospek kinerja Astra Otoparts juga ditopang oleh performa operasionalnya. Pada kuartal II-2026, laba bersih AUTO tercatat sebesar Rp 592 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 6% secara kuartalan dan 37% secara tahunan, sejalan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 19%.
Lebih lanjut, margin bisnis manufaktur AUTO menunjukkan perbaikan sekitar 2 poin persentase pada Juli 2026. Perusahaan juga terus berupaya memperluas bisnis *aftermarket* melalui 10 pusat distribusi, sekitar 15.000 peritel, Astra Otoshop, dan penambahan sekitar 30 gerai baru setiap tahunnya.
Target Harga Tinggi Saham AUTO
Trimegah Sekuritas merekomendasikan untuk melakukan *buy* pada saham AUTO dengan menetapkan target harga tinggi sebesar Rp 5.000. Angka ini mengindikasikan potensi kenaikan harga saham hingga 48% jika dibandingkan dengan posisi harga terakhir.
Target harga saham AUTO tersebut ditetapkan berdasarkan *price to earnings ratio* (P/E) sebesar 9,5 kali untuk proyeksi tahun 2027. Trimegah Sekuritas memperkirakan laba bersih AUTO akan mencapai Rp 2,47 triliun pada 2026, tumbuh 12% secara tahunan. Proyeksi laba bersih pada 2027 diperkirakan mencapai Rp 2,68 triliun, atau meningkat 8%.
Risiko utama yang perlu diwaspadai adalah potensi perlambatan pasar domestik yang lebih tajam serta kenaikan biaya bahan baku yang dipicu oleh gangguan geopolitik.