Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026. IHSG tercatat naik sebesar 81,9 poin atau 1,36%, menempatkannya di level 6.118,8 pada akhir sesi.
Penguatan ini turut didukung oleh sejumlah saham yang tergabung dalam indeks LQ45. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin kenaikan dengan penguatan 4,58% ke harga Rp 1.485.
Selain itu, tercatat ada 10 saham yang mencapai Auto Rejection Atas (ARA) atau kenaikan maksimal. Saham AKKU melesat 35% ke harga Rp 54, disusul PPRI yang melonjak 34,78% menjadi Rp 186. Saham KKES juga melonjak 34,62% ke level Rp 70, BLTZ naik 25% ke Rp 4.500, dan MITI menguat 25% ke Rp 350.
Saham ROCK juga tercatat melejit 25% menjadi Rp 3.700, IFSH melonjak 24,9% ke level Rp 1.655, AGAR melesat 24,8% ke Rp 1.935, BALI naik 24,8% ke Rp 1.660, dan PGLI menguat 24,8% ke Rp 332.
Saham lain yang juga menunjukkan kenaikan signifikan termasuk SOTS yang naik 24,7% menjadi Rp 630, ALKA melonjak 24,7% ke level Rp 5.700, dan KDTN yang melesat 24,4% ke Rp 530. Saham-saham ini termasuk dalam jajaran top gainers dengan lonjakan harga antara 25% hingga 35%.
Secara keseluruhan, bursa mencatat 547 saham menguat, 164 saham melemah, dan 252 saham stagnan. Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 9,9 triliun.
Mayoritas sektor saham menunjukkan tren positif pada penutupan perdagangan hari ini. Sektor properti menjadi yang terkuat dengan penguatan 2,31%, diikuti oleh sektor barang baku (2,07%), infrastruktur (1,99%), barang konsumen non-primer (1,82%), energi (1,81%), transportasi (1,77%), kesehatan (1,71%), perindustrian (1,27%), barang konsumen primer (0,93%), dan keuangan (0,64%). Sementara itu, sektor teknologi tercatat melemah 1,33%.
Pilarmas Investindo Sekuritas mengemukakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah, imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang masih tinggi, serta harga minyak dunia menjadi beberapa sentimen yang menahan laju IHSG. Tingginya imbal hasil obligasi AS cenderung membuat investor lebih berhati-hati dalam mengakumulasi aset berisiko seperti saham.
Selain itu, Pilarmas menambahkan bahwa harga minyak dunia yang bertahan di level tinggi juga menjadi perhatian pasar. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan inflasi, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlanjut di Timur Tengah.
Risiko inflasi ini menjadi krusial karena dapat membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter. Di dalam negeri, inflasi Indonesia pada September 2026 tercatat sebesar 3,28% secara tahunan, mendekati batas atas sasaran Bank Indonesia (BI) sebesar 3,5%.
Di tengah berbagai sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG, pasar saham Asia justru mendapatkan sentimen positif dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. AS hanya berhasil menambah 29.000 lapangan pekerjaan pada September, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 90.000. Data ini mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk memperketat kebijakan moneter lebih lanjut.
Pada perdagangan hari ini, beberapa saham tercatat memberikan keuntungan signifikan dengan kenaikan harga mencapai 25% hingga 35% dalam satu hari.
Saham-saham tersebut antara lain PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) yang melesat 35% menjadi Rp 54, PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) melejit 34,7% menjadi Rp 186, dan PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) melonjak 34,6% menjadi Rp 70.
Selanjutnya, saham PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) meningkat 25% menjadi Rp 4.500 dan PT Mitra Investindo Tbk (MITI) terangkat 25% menjadi Rp 350.
Sementara itu, terdapat beberapa saham yang mengalami pelemahan signifikan. PT Inter-Delta Tbk (INTD) longsor 14,9% menjadi Rp 330, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) ambles 14,8% menjadi Rp 3.200, dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) jatuh 14,7% menjadi Rp 139.
Saham PT Jaya Agra Wattle Tbk (JAWA) terkoreksi 11,9% menjadi Rp 155 dan PT Tira Austenite Tbk (TIRA) terkikis 10,6% menjadi Rp 302.