JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026. Penguatan indeks di bursa Wall Street, yang dipicu ekspektasi tidak adanya kenaikan suku bunga acuan The Fed pada akhir Oktober, diperkirakan menjadi sentimen positif bagi pasar domestik.
Namun, pelemahan mayoritas harga komoditas dan berlanjutnya aksi jual oleh investor asing berpotensi menjadi sentimen negatif bagi IHSG. “IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.980-5.920 dan resist 6.090-6.150,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasannya pada Senin (5/10/2026).
Perdagangan pekan lalu, indeks di bursa Wall Street berhasil ditutup menguat. Hal ini dipicu harapan bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan Oktober mendatang, menyusul rilis data ketenagakerjaan yang cukup lemah. Berdasarkan data dari Biro Ketenagakerjaan Amerika Serikat, pada September lalu, penambahan Nonfarm payrolls hanya mencapai 29.000, dengan angka pengangguran naik ke 4,2%. Angka ini jauh lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencatat 133.000 penambahan pekerja dan juga lebih buruk dari ekspektasi pasar yang memperkirakan ada penambahan pekerja sebanyak 84.000 dengan tingkat pengangguran di 4,1%.
Sementara itu, data untuk bulan Juli juga direvisi dari sebelumnya mencatat penambahan pekerja menjadi justru berkurang 10.000. CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi saham AADI, PTBA, MAPI, ERAA, AALI, dan MDKA untuk perdagangan pada Senin, 5 Oktober 2026.