Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026. Penguatan mayoritas indeks di Wall Street dan kenaikan harga sejumlah komoditas global menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik. Namun, aksi jual bersih oleh investor asing yang masih berlanjut diprediksi dapat menahan laju penguatan lebih lanjut.
Analis memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Level support diperkirakan berada di kisaran 6.055-5.979, sementara level resistance berada di 6.187-6.253. Prediksi ini disampaikan oleh CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan pasar pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Sentimen positif global datang dari bursa saham Amerika Serikat (AS). Mayoritas indeks saham Wall Street kembali menguat pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026, bahkan indeks Nasdaq berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Sektor teknologi, khususnya perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI), menjadi motor penggerak utama kenaikan pasar.
Reli saham-saham teknologi terus berlanjut meskipun terjadi kenaikan pada imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sejumlah saham berbasis AI memimpin pergerakan di Nasdaq. Saham SpaceX melonjak lebih dari 7%, sementara Meta Platforms dan Microsoft masing-masing mencatat penguatan sekitar 1% hingga 2%. Nvidia dan Tesla juga turut mengalami kenaikan sekitar 2%.
Pelaku pasar kini menantikan publikasi risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada bulan September. Risalah tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS ke depannya.
Dalam rekomendasi perdagangan untuk Selasa, 6 Oktober 2026, CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor untuk mencermati saham ERAA, AADI, PTBA, BDMN, AKRA, dan EMAS yang dinilai memiliki potensi keuntungan.