Analisis IHSG: Potensi Koreksi Berlanjut, 6 Saham Ini Layak Dicermati

IHSG diprediksi akan melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026. Sejumlah sentimen negatif diperkirakan akan membayangi pergerakan pasar, termasuk aksi jual yang terus dilakukan oleh investor asing, pelemahan mayoritas indeks di bursa Wall Street, serta terkoreksinya harga komoditas mineral logam.

Meskipun demikian, kenaikan harga minyak mentah dan batubara berpeluang menjadi sentimen positif yang dapat menahan laju pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG). CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.010-5.950 dan resist 6.130-6.190.

Perdagangan kemarin di bursa Wall Street ditutup bervariasi, dengan mayoritas indeks mengalami pelemahan meskipun data inflasi menunjukkan sedikit perbaikan dari perkiraan. Berdasarkan data dari Biro Analisis Ekonomi Amerika, Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), yang menjadi rujukan utama data inflasi bagi The Fed, pada Agustus lalu tercatat naik 0,3% secara bulanan (mom), sejalan dengan konsensus ekonom. Secara tahunan, PCE naik 3,4% year-on-year (yoy), lebih rendah dari proyeksi sebesar 3,7% yoy.

Sementara itu, PCE inti yang tidak menyertakan harga makanan dan energi, untuk bulan Agustus naik 0,2% mom atau 3% yoy. Angka ini juga lebih rendah dari konsensus yang memprediksikan kenaikan masing-masing 0,3% mom dan 3,7% yoy. Angka tahunan yang lebih rendah dari ekspektasi ini merupakan hasil dari perubahan cara perhitungan oleh Biro Analisis Ekonomi Amerika terhadap beberapa komponen dalam PCE.

Meskipun data PCE menunjukkan angka inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi, imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 dan 30 tahun kembali melanjutkan kenaikannya. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik 4 bps menjadi 5,29%, sementara obligasi tenor 30 tahun naik 5 bps menjadi 5,64%.

Menyikapi kondisi pasar tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi saham untuk trading pada Kamis, 1 Oktober 2026. Saham-saham yang patut dicermati adalah AALI, PTBA, EXCL, TOWR, HRTA, dan ANTM, yang dinilai memiliki potensi pergerakan menarik di tengah fluktuasi pasar.

Tinggalkan komentar