Proyeksi IHSG Jumat: Potensi Melemah dengan Rekomendasi 6 Saham Unggulan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026. Meskipun ada sentimen positif dari penguatan bursa Wall Street dan kenaikan harga komoditas seperti minyak mentah, timah, emas, dan batubara, sentimen negatif seperti aksi jual investor asing, pelemahan nilai tukar rupiah, dan tekanan pada sektor teknologi diperkirakan akan lebih dominan.

CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasannya memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Kisaran support ditetapkan pada level 5.950-5.890, sementara resist berada di 6.070-6.130.

Perdagangan di awal bulan Oktober di bursa Wall Street ditutup menguat tipis. Penguatan ini didorong oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah dari level tertingginya dan laporan keuangan positif dari Micron Technology di tengah kenaikan harga minyak mentah.

Pergerakan imbal hasil obligasi sepanjang sesi perdagangan sempat berfluktuasi dan menyentuh level tertinggi sejak tahun 2002. Namun, imbal hasil obligasi dengan tenor 10 dan 30 tahun akhirnya ditutup turun masing-masing 5 basis poin (bps) dan 3 bps. Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor pendek, yaitu 3 tahun, terkoreksi lebih besar 10 bps.

Saham Micron Technology ditutup menguat 3,03%. Penguatan ini terjadi setelah perusahaan melaporkan pendapatan dan laba bersih yang melampaui ekspektasi, didukung oleh permintaan yang kuat untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Menyikapi kondisi pasar tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi saham untuk trading pada Jumat, 2 Oktober 2026. Saham-saham yang direkomendasikan adalah CUAN, AKRA, SSIA, ERAA, PTRO, dan BDMN.

Tinggalkan komentar