IHSG Menguat Didorong Sentimen Positif Global dan Domestik

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan peningkatan signifikan pada sesi pertama perdagangan Selasa (6/10/2026), ditutup menguat 77,23 poin atau 1,26% ke level 6.196. Penguatan ini didukung oleh berbagai sentimen positif yang datang dari pasar global maupun domestik.

Pilarmas Investindo Sekuritas menguraikan bahwa salah satu pendorong utama dari sisi eksternal adalah menguatnya bursa saham di kawasan Asia. Sentimen positif pasar juga diperkuat oleh tren penurunan harga minyak mentah dunia, seiring dengan indikasi peningkatan pasokan dari negara-negara Timur Tengah.

Harga minyak Brent terpantau berada di kisaran US$100 per barel setelah mengalami penurunan sebesar 1,9%. Kenaikan ekspor minyak dari Timur Tengah serta komitmen negara-negara G7 untuk menambah pasokan energi global berhasil meredakan kekhawatiran akan lonjakan harga energi.

“Penurunan harga minyak tersebut ikut meningkatkan selera risiko investor di pasar keuangan,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Selasa (6/10/2026).

Pilarmas menambahkan, sentimen positif lainnya berasal dari Amerika Serikat. Data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan adanya pelemahan, yang secara tidak langsung memperkecil kemungkinan Bank Sentral AS (The Fed) untuk menaikkan suku bunga acuannya pada Oktober ini.

Prospek The Fed yang cenderung menahan suku bunga menjadi kabar baik bagi aset-aset berisiko, termasuk saham. Meskipun demikian, pelaku pasar masih memperkirakan The Fed akan tetap membuka opsi pengetatan kebijakan moneter menjelang akhir tahun.

“Artinya, investor masih mencermati arah kebijakan The Fed dan data ekonomi AS berikutnya sebelum menentukan strategi di pasar saham,” tambah Pilarmas.

Ekonomi Asia Tetap Solid

Dari kawasan regional, Pilarmas mengutip proyeksi terbaru dari Bank Dunia yang memperkirakan ekonomi Asia Timur dan Pasifik akan tumbuh sebesar 4,5% pada tahun 2026. Proyeksi ini menggarisbawahi ketahanan ekonomi kawasan tersebut di tengah ketidakpastian ekonomi global, serta menegaskan peran penting Asia Timur dan Pasifik sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dunia.

Optimisme terhadap prospek ekonomi kawasan ini turut memberikan dorongan sentimen positif bagi pasar saham Asia, termasuk Indonesia.

Prospek Ekonomi Domestik Tetap Stabil

Sementara itu dari dalam negeri, Pilarmas menyebutkan bahwa Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap stabil di level 5,2% untuk tahun 2026 dan 2027. Pertumbuhan ekonomi ini diprediksi akan ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.

Proyeksi ini memberikan gambaran positif mengenai kemampuan ekonomi Indonesia untuk tumbuh stabil meskipun dihadapkan pada ketidakpastian global. Namun, Bank Dunia juga memberikan catatan penting terkait potensi risiko yang perlu diwaspadai.

Risiko tersebut mencakup pelemahan daya beli masyarakat, kondisi sektor manufaktur yang perlu diperhatikan, serta tekanan fiskal dan eksternal yang dapat memengaruhi laju perekonomian nasional.

Sejalan dengan penguatan IHSG, sejumlah saham mencatat kenaikan tajam pada sesi pertama perdagangan. Saham-saham yang memimpin kenaikan meliputi ASMI, TRUE, CSIS, IFSH, dan GMTD. Di sisi lain, saham seperti ROCK, WAPO, BALI, FORU, dan EMMI tercatat sebagai saham dengan penurunan terbesar.

Untuk perdagangan selanjutnya, Pilarmas merekomendasikan saham BULL dengan rekomendasi beli pada area support 340 dan resistance 426.

Tinggalkan komentar