Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan potensi untuk mengalami pembalikan arah teknikal pada perdagangan pekan ini. Peluang ini muncul setelah IHSG berhasil bertahan di atas level psikologis 6.000. Dalam kondisi ini, Indo Premier Sekuritas (IPOT) merekomendasikan tiga saham unggulan: PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Imam Gunadi, menyatakan bahwa IHSG saat ini berada di area krusial. Secara struktural, tren jangka pendek masih menunjukkan kecenderungan menurun (bearish) setelah indeks gagal mempertahankan area 6.700-an dan membentuk rangkaian lower high serta lower low.
Namun, pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, IHSG menguat 0,46% ke level 6.036,89. Penguatan ini terjadi meskipun sempat menyentuh angka 5.979,98, menunjukkan adanya respons beli yang kuat di sekitar level 6.000.
“Level 6.000 merupakan level kunci sekaligus psychological support. Menariknya, IHSG sempat menembus ke bawah level tersebut secara intraday hingga 5.979,98 tetapi kembali ditutup di atasnya. Ini memberikan sinyal bahwa breakdown 6.000 belum terkonfirmasi,” ujar Imam dalam risetnya, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut Imam, selama IHSG mampu bertahan di area 6.000, peluang terjadinya technical rebound masih terbuka. Konfirmasi perubahan tren baru akan terlihat apabila indeks mampu membentuk higher high dan merebut kembali area resistensi terdekat.
Imam mengidentifikasi area 6.184-6.200 sebagai resistensi penting bagi IHSG pada pekan 5-9 Oktober 2026. “Resistance pertama yang menurut saya paling penting adalah 6.184-6.200. Level 6.184 pada chart merupakan resistensi pertama dan secara teknikal menjadi semacam confirmation level,” jelasnya.
Selama IHSG masih berada di bawah area tersebut, kenaikan dari level 6.000 lebih tepat dianggap sebagai technical rebound, bukan perubahan tren yang signifikan. Sebaliknya, jika indeks berhasil menembus 6.184 dan bertahan di atasnya, struktur jangka pendek berpotensi membaik karena IHSG berhasil merebut kembali area breakdown sebelumnya.
Fokus FOMC dan Rekomendasi Saham
Dari pasar global, investor akan mencermati rilis risalah FOMC pada Rabu, 7 Oktober 2026, serta komentar pejabat The Fed. Data tenaga kerja Amerika Serikat yang lemah sebelumnya telah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober.
Data payrolls AS September hanya bertambah 29.000, jauh di bawah konsensus sekitar 90.000. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,2% dari 4,1%, sementara pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 3%. Meskipun demikian, tekanan terhadap pasar belum sepenuhnya mereda karena yield obligasi AS 10 tahun sempat menembus 5,34%, level tertinggi sejak 2002.
Dalam dinamika pasar tersebut, Indo Premier Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk perdagangan pekan ini:
- PT Petrosea Tbk (PTRO)
Buy: 5.125
Target: 5.775
Stop Loss: <4.800
Ekspansi bisnis logistik memperkuat integrasi rantai nilai. PT Petrosea Tbk (PTRO) baru-baru ini mengakuisisi 100% PT Sejahtera Terminal Logistik (STL) senilai Rp880 juta melalui dua anak usahanya. - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Buy: 2.850
Target: 3.070
Stop Loss: <2.740
Pani Gold Mine mulai masuk fase produksi dan memberikan tambahan growth driver. Salah satu katalis positif terbesar MDKA berasal dari Pani Gold Mine, yang berhasil melakukan first gold pour pada 14 Februari 2026, lebih cepat dari target awal akhir kuartal I. - PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
Buy on Breakout
Target: 3.390
Stop Loss: <3.120
Pemulihan operasional dan lonjakan laba menjadi katalis fundamental utama. PT Bukit Asam (PTBA) membukukan pendapatan Rp22,03 triliun pada semester I 2026, naik 8% (yoy), sementara laba bersih melonjak 218% (yoy) menjadi Rp2,65 triliun.