Emiten Boy Thohir Menguat, Saham Haji Isam Beragam, IHSG Berpotensi ke 6.600

Lima berita ekonomi terpopuler hingga Minggu, 4 Oktober 2026, menyoroti pergerakan saham emiten batu bara yang dikelola Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, rencana penawaran umum terbatas (rights issue) oleh tiga perusahaan, serta portofolio saham pengusaha Haji Isam.

Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD). Keduanya merupakan emiten batu bara yang terafiliasi dengan Boy Thohir. Penguatan ini sejalan dengan kenaikan harga batu bara YTD sebesar 41,42% hingga 2 Oktober 2026, yang memberikan sentimen positif bagi saham-saham di sektor ini.

Tiga Emiten Bersiap Rights Issue

Dalam waktu dekat, tiga emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan melakukan penambahan modal melalui mekanisme rights issue. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Berlina Tbk (BRNA), dan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP). Mereka akan menawarkan saham baru kepada pemegang saham lama dengan harga pelaksanaan mulai dari Rp 50 hingga Rp 685 per saham. Informasi mengenai jadwal, rasio HMETD, dan potensi dana yang dihimpun dari aksi korporasi ini akan segera diumumkan.

Kinerja Saham Afiliasi Haji Isam Bervariasi

Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, yang dikenal sebagai Haji Isam, memiliki sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia dengan kinerja yang beragam sepanjang tahun berjalan. Dari berbagai saham emiten yang terafiliasi atau dimiliki olehnya, sebagian menunjukkan kenaikan, sementara yang lain mengalami tekanan.

Berdasarkan data perdagangan per 2 Oktober 2026, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mencatat kenaikan paling signifikan sebesar 133,88% YTD, dengan harga saham mencapai Rp 428. Kinerja saham emiten Haji Isam lainnya juga perlu dicermati untuk mendapatkan gambaran lengkap.

Harga Emas Perhiasan Stabil dan Turun

Pada Minggu, 4 Oktober 2026, harga emas perhiasan mengalami tren yang dinamis. Harga emas terpantau menurun serentak di Raja Emas Indonesia dan Laku Emas, sementara di Hartadinata Abadi (HRTA) harga tetap stabil. Bagi calon pembeli atau investor emas perhiasan, disarankan untuk terus memantau pergerakan harga terkini agar dapat membuat keputusan terbaik dalam membeli maupun menjual.

Proyeksi IHSG Akhir 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir 2026 berpeluang mencapai level 6.600. Namun, jalan menuju target tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Analis sekaligus Founder Stocknow, Hendra Wardana, menyatakan bahwa jika tekanan terhadap rupiah, imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS), harga minyak, dan aksi jual investor asing kembali meningkat, IHSG berisiko terperosok ke kisaran 5.800–6.000.

Hendra Wardana memperkirakan IHSG berpotensi menuju area 6.300–6.600 pada akhir tahun jika kondisi pasar mulai stabil. Dalam skenario yang lebih positif, indeks bahkan bisa menguji level 6.700–6.800. Sebaliknya, jika sentimen negatif memburuk, IHSG dapat kembali menguji level 5.800–6.000.

Tinggalkan komentar