VKTR Grup Bakrie Siap Bagikan Dividen, Ini Syaratnya

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan bergerak di sektor kendaraan listrik, memberikan sinyal positif mengenai kemungkinan pembagian dividen kepada para pemegang sahamnya. Direktur dan Chief Financial & Risk Officer VKTR, Achmad Amri Aswono Putro, menegaskan komitmen perseroan untuk membagikan dividen sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan manajemen.

“Tentunya, dalam hal kemampuan perusahaan itu untuk bisa berkembang dan menguntungkan (profitable) dan bisa berbagi dividen, ya itu pasti,” ujar Amri saat menjawab pertanyaan media baru-baru ini. Ia menambahkan bahwa pembagian dividen merupakan indikator positif bagi perusahaan.

Meskipun demikian, Amri menjelaskan bahwa perusahaan terbuka yang membagikan dividen harus memenuhi persyaratan hukum, yaitu memiliki laba ditahan (retained earnings) dan cadangan wajib yang positif. Ia mengakui bahwa saat ini, profitabilitas perseroan mungkin masih negatif dalam fase pengembangan awal.

“Namun, dengan bertambahnya volume dan pendapatan nantinya, insya Allah sudah akan tercapai syarat-syarat untuk pembagian dividen,” ungkap Amri, optimis terhadap prospek perusahaan di masa mendatang.

Panduan Dividen VKTR Sesuai Prospektus IPO

Berdasarkan prospektus penawaran umum perdana saham (IPO), VKTR telah menetapkan panduan kebijakan pembagian dividen. Perseroan berencana membagikan dividen maksimal 50% dari laba tahun berjalan setelah menyisihkan dana untuk cadangan wajib, dimulai sejak tahun 2023.

Manajemen VKTR menyatakan dalam prospektus bahwa besaran dividen yang akan dibagikan akan mempertimbangkan hasil kegiatan usaha, arus kas perusahaan, prospek usaha, serta kebutuhan modal kerja dan rencana investasi di masa depan. Perseroan juga tidak memiliki batasan atau perjanjian (covenant) negatif yang dapat menghambat pembayaran dividen kepada pemegang saham.

Hingga semester I-2026, VKTR mencatatkan laba bersih sebesar Rp10 miliar, menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp8 miliar. Namun, laba per saham terdilusi mengalami penurunan dari Rp0,11 menjadi Rp0,03 per saham.

Dari sisi penjualan, VKTR mengalami penurunan tajam dari Rp414 miliar pada semester I-2025 menjadi Rp647 miliar pada semester I-2026. Beban pokok penjualan tercatat membengkak menjadi Rp537 miliar dari sebelumnya Rp334 miliar, meskipun laba kotor mengalami kenaikan menjadi Rp110,63 miliar dibandingkan Rp80 miliar per 30 Juni 2025.

Ekuitas perseroan mengalami kenaikan tipis dari Rp1,24 triliun per 31 Desember 2025 menjadi Rp1,25 triliun pada akhir semester I-2026. Sementara itu, liabilitas bertambah dari Rp553 miliar pada akhir tahun 2025 menjadi Rp560 miliar pada semester I-2026. Total aset perseroan menguat menjadi Rp1,81 triliun pada semester I-2026 dari Rp1,79 triliun per 31 Desember 2025.

Tinggalkan komentar