JAKARTA – PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) akan menyalurkan dana pinjaman senilai total Rp 4 triliun kepada dua perusahaan anaknya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi bisnis pusat data yang dijalankan oleh perseroan.
Manajemen MGLV menjelaskan, pemberian fasilitas pinjaman ini tertuang dalam perjanjian yang telah ditandatangani antara perseroan dengan dua anak usahanya. Perjanjian pertama adalah fasilitas pinjaman pemegang saham dari MGLV kepada PT Nextier Askara Center (NAC) sebesar Rp 1,5 triliun.
Selanjutnya, MGLV juga memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham kepada PT Nextier GenAI Center (NGC), anak usaha lainnya, dengan nilai Rp 2,5 triliun. Total dana yang disalurkan mencapai Rp 4 triliun.
“Pemberian fasilitas pinjaman NAC oleh perseroan kepada NAC dimaksudkan untuk kepentingan pengembangan bisnis fasilitas pusat data di Kawasan Jababeka Cikarang, baik oleh NAC maupun entitas yang ditunjuk oleh NAC,” ungkap manajemen NexAI digital Infrastruktur dalam keterbukaan informasi.
Manajemen MGLV menambahkan, fasilitas pinjaman untuk NGC ditujukan untuk pembangunan dan pengembangan bisnis fasilitas pusat data di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis KITB Batang. Pengembangan ini akan dilakukan oleh NGC atau entitas yang ditunjuk olehnya.
“Selain merupakan transaksi material, masing-masing fasilitas pinjaman NAC dan fasilitas pinjaman NGC merupakan transaksi afiliasi yang dilakukan dalam rangka pengembangan fasilitas pusat data oleh masing-masing NAC dan NGC, di mana hal ini ditujukan untuk menunjang kegiatan operasional anak perusahaan perseroan,” papar manajemen MGLV.
Sebelumnya, MGLV telah mengumumkan penandatanganan fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) untuk NAC dan NGC dengan total nilai mencapai Rp 10,75 triliun. Fasilitas pinjaman dari BNI untuk NAC sebesar Rp 4,125 triliun, sementara untuk NGC senilai Rp 6,628 triliun. Dalam transaksi tersebut, MGLV juga memberikan jaminan perusahaan (*corporate guarantee*).
Di sisi lain, nama Garibaldi Thohir atau Boy Thohir kini tercatat langsung sebagai pemegang saham lebih dari 1% di MGLV. Sebelumnya, kepemilikan Boy Thohir berada di bawah dua perusahaannya, yaitu PT Trinugraha Thohir dengan 2,25% saham dan PT Trinugraha Thohir Harmoni dengan 4,86% saham. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 September 2026, Boy Thohir kini menguasai 1,57% saham MGLV secara langsung, sementara kepemilikan dua perusahaannya masih tetap sama.