Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), yang terafiliasi dengan pengusaha Garibaldi Thohir atau Boy Thohir beserta kolega, kini masuk dalam daftar saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) yang diperdagangkan dengan harga murah. Menariknya, meskipun memiliki valuasi yang terjangkau, ADRO menunjukkan rasio *return on equity* (ROE) yang tergolong baik.
Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas per Minggu, 27 September 2026, rasio Price to Earnings (PE) saham ADRO dalam periode *trailing twelve months* (TTM) berada di angka 7,6 kali, menandakan valuasi yang atraktif.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 25 September 2026, saham ADRO tercatat menguat 1,5% ke level Rp 2.600. Meskipun dalam sepekan terakhir saham ini terkoreksi 1,5% dan melemah 1,1% dalam sebulan, kinerja *year to date* (ytd) menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 43,6%.
Selama periode 21-25 September 2026, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (*net sell*) pada saham ADRO senilai Rp 78,3 miliar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pemilik manfaat atau pengendali utama ADRO di tingkat individu meliputi Garibaldi Thohir, Christian Ariano Rachmat, Michael WP Soeryadjaya, dan Arini Saraswaty Subianto.
Secara fundamental, ADRO menunjukkan performa yang solid. Pada semester I-2026, perusahaan membukukan peningkatan pendapatan sebesar 16,5% secara tahunan menjadi US$ 999 juta. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) melonjak 56,8% menjadi US$ 491 juta, sementara laba bersih melesat 76,9% menjadi US$ 309 juta.
Rekomendasi dan Target Harga Saham ADRO
Pluang Maju Sekuritas merekomendasikan investor untuk mempertahankan saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO) dengan rekomendasi *buy*. Target harga saham ADRO ditetapkan sebesar Rp 3.450 dalam kurun waktu 12 bulan ke depan.
Rekomendasi ini didasarkan pada tiga faktor utama. Pertama, akselerasi kinerja perusahaan yang positif. Kedua, valuasi sektor batu bara yang masih berada di bawah rata-rata historis. Ketiga, kontribusi yang mulai terlihat dari diversifikasi pendapatan melalui bisnis aluminium menjelang akhir tahun.
Diversifikasi pendapatan ke sektor aluminium diharapkan dapat mengurangi ketergantungan perusahaan pada satu komoditas utama.
Pluang juga menyoroti potensi katalis dari persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang diperkirakan dapat menambah kuota produksi sebesar 10% hingga 12%. Faktor pendukung lainnya adalah kontribusi awal dari bisnis aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) serta normalisasi harga batu bara yang tetap bertahan pada level tinggi.
Alamtri Resources kini berada pada fase krusial dalam diversifikasi bisnisnya melalui pengembangan sektor aluminium, didukung oleh momentum kinerja batu bara yang masih kuat.
Bisnis aluminium ADRO melalui PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) telah memasuki tahap *ramp-up* dan diproyeksikan mulai memberikan kontribusi pendapatan pada akhir tahun 2026.