Emas Tertekan, Pasar Tunggu Sinyal Kunci Data Tenaga Kerja AS

Harga emas global memasuki bulan Oktober dengan tekanan signifikan, mengalami penurunan lebih dari 12% dari level tertinggi yang dicapai pada bulan Agustus. Saat ini, harga emas bergerak mendekati zona support penting, sembari menanti perilisan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang dinilai krusial untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Pada Jumat (2/10/2026), harga emas tercatat mengalami kenaikan tipis sebesar 0,02%, mencapai US$ 4.178,2 per ons troi pada saat berita ini ditulis. Pelemahan emas ini terjadi setelah menembus ke bawah rentang perdagangan bulan September.

Menurut Senior Technical Strategist StoneX, Michael Boutros, harga emas telah mengalami penurunan dalam lima dari enam pekan terakhir dan kini mendekati area support yang berpotensi menjadi titik balik pergerakan harga.

“Garis pertempuran” emas diposisikan di sekitar US$ 4.104 per ons troi. Level ini merupakan retracement 78,6% dari kenaikan yang terjadi pada bulan Juni, berimpit dengan garis tren yang terbentuk sejak Mei 2025. Boutros menekankan bahwa penutupan mingguan di bawah level US$ 4.104 per ons troi akan menjadi indikasi berlanjutnya tren penurunan sejak bulan Maret.

“Jika level tersebut ditembus, emas berpotensi mengarah ke support berikutnya di US$ 3.942 per ons troi dan US$ 3.800 per ons troi,” ungkap Boutros dalam risetnya.

Perhatian pasar kini sepenuhnya tertuju pada laporan nonfarm payrolls (NFP) AS untuk bulan September yang dijadwalkan rilis pada Jumat (2/10/2026). Konsensus pasar memproyeksikan penambahan tenaga kerja sebanyak 90.000 pekerjaan, dengan tingkat pengangguran diperkirakan tetap bertahan di angka 4,1%.

Data ini menjadi semakin vital, terutama setelah data inflasi Core PCE AS yang menunjukkan angka lebih lunak, kembali memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan bulan Oktober.

Boutros mencatat bahwa pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 70% bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada bulan ini. Meskipun demikian, peluang kenaikan suku bunga setidaknya 25 basis poin hingga akhir tahun masih berada di kisaran 80%.

Fokus Data Tenaga Kerja

Boutros menambahkan, data tenaga kerja AS yang dirilis lebih kuat dari perkiraan dapat kembali menghidupkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan Oktober. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan pada harga emas melalui kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS dan penguatan nilai dolar.

“Sebaliknya, data tenaga kerja yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi penahanan suku bunga dan memberikan dukungan bagi harga emas,” jelasnya.

Dari perspektif teknikal, Boutros menempatkan US$ 4.319 per ons troi sebagai level resistance awal. Level ini kemudian diperkuat oleh resistance berikutnya di sekitar US$ 4.451 per ons troi, yang berdekatan dengan rata-rata pergerakan 52 pekan (52-week moving average).

“Untuk mengonfirmasi terbentuknya titik terendah yang lebih signifikan dan terjadinya pembalikan tren, harga emas perlu menembus area US$ 4.493 – 4.533 per ons troi,” terangnya.

Boutros menilai, risiko jangka pendek saat ini masih cenderung menurun selama harga emas bertahan di bawah US$ 4.319 per ons troi. Sementara itu, penutupan mingguan di bawah level US$ 4.104 per ons troi diperlukan untuk membuka ruang bagi pelemahan harga lebih lanjut.

Tinggalkan komentar