Jakarta – Massa buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta Pusat. Dalam pertemuan tersebut, para buruh menyuarakan aspirasi agar dilibatkan secara aktif dalam perumusan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan.
Koordinator Aksi Nasional KBPBI, Sunarno, menyatakan bahwa keterlibatan serikat buruh dalam pembahasan redaksional RUU sangat krusial, mengingat tenggat waktu pengesahan yang semakin dekat. “Harapan kami adalah dalam pengesahan itu, karena waktunya ini kurang dari 10 hari, dari serikat buruh ini bisa dilibatkan dalam hal pembahasan khususnya di redaksional. Karena ini sangat krusial, sangat penting,” ujar Sunarno di lokasi aksi pada Selasa (29/9/2026).
Sunarno menjelaskan bahwa RUU Perlindungan Ketenagakerjaan dijadwalkan akan disahkan pada awal Oktober, diperkirakan sekitar tanggal 6 atau 7 Oktober. Ia menekankan bahwa draf RUU yang ada saat ini belum sepenuhnya mengakomodir isu-isu penting yang telah disampaikan oleh para buruh. “Dan hari ini kita menyampaikan kembali bahwa dalam pengesahan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang informasinya kan akan disahkan tanggal 6 Oktober, bisa tanggal 6, bisa tanggal 7 Oktober gitu. Karena di dalam drafnya itu masih belum mengakomodir isu-isu krusial yang pernah kami sampaikan, tentunya kami mengingatkan kembali,” tuturnya.
Menyikapi perkembangan ini, KBPBI terus berupaya membangun dialog dengan DPR. Pihaknya juga merencanakan untuk kembali menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran bertepatan dengan jadwal pengesahan RUU tersebut. “Tentu kami dari Koalisi Besar ini kan masih terus berupaya ya. Selain dialog atau berkomunikasi, partisipasi aktif gitu ya, kami juga akan merencanakan aksi besar yaitu tanggal 6 Oktober. Setidaknya tanggal 6 Oktober itu kalau memang disahkannya tanggal 6. Tapi kalau ternyata itu diundur lagi, tentu kita akan mengikuti jadwal itu,” ungkap Sunarno.
Sebelumnya, perwakilan massa buruh telah diterima oleh pimpinan DPR RI. Pertemuan yang berlangsung di ruang Abdul Muis, gedung Kura-kura, DPR RI, ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Saan Mustofa dan Cucun Ahmad Syamsurijal. Saan Mustofa mengapresiasi kehadiran perwakilan buruh dan memastikan bahwa setiap masukan yang disampaikan akan ditindaklanjuti di tingkat Panitia Kerja (Panja). “Kami ucapkan terima kasih kepada Saudara-saudara semua yang sudah hadir untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan tuntutannya. Dan nanti dari apa yang disampaikan oleh Saudara-saudara semua, nanti akan saya tindaklanjuti dan sampaikan khususnya nanti di Panja ya, Pak Cucun ya? Nanti Pak Cucun akan menyampaikan lebih jelas lagi,” kata Saan Mustofa dalam pertemuan tersebut.