Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun berinisial Aqib di Pemalang dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya. Siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem ini sempat menjalani perawatan intensif selama 9 hari di rumah sakit akibat luka yang dialaminya.
Menurut ibunda korban, Diah Indriyanti (36), putranya dirawat di RSUD Dr Azhari Pemalang sejak Kamis (17/9). Setelah menjalani perawatan selama 9 hari, Aqib diizinkan pulang. Namun, tiga hari setelah pulang ke rumah, kondisi Aqib kembali memburuk dan berencana dibawa kembali ke rumah sakit pada Rabu (30/9) sore. Tragisnya, Aqib meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Diah menceritakan bahwa putranya mengalami perubahan perilaku yang drastis. Dari yang awalnya ceria, Aqib menjadi pendiam. Ia baru menceritakan secara detail perundungan yang dialaminya kepada dokter saat pemeriksaan di rumah sakit. “Cuma saya merasa udah beda dari pola makan sama pola setiap hari. Anak itu biasanya ceria tapi berubah, pendiam,” ujar Diah.
Diah menambahkan, ia menemukan luka memar berwarna biru kehitaman di bagian perut dan kaki putranya. “Memar di perut dan kaki, warna biru-biru lebam,” katanya. Aqib juga mengeluhkan rasa sakit di perut dan kesulitan berjalan akibat luka tersebut. “Kalau diangkat juga mengeluh sakit,” imbuhnya.
Setelah tiga hari dirawat di rumah, kondisi Aqib semakin parah. Pihak keluarga memutuskan untuk membawanya kembali ke dokter pada Rabu. Namun, dalam perjalanan, nyawa Aqib tidak terselamatkan. “Harapan kami selaku orang tua udah cukup Aqib saja. Yang lain jangan. Mungkin saya ikhlas enggak ikhlas, karena (anak) enggak sakit nggih. Jadi kan saya merasa… Kok enggak sakit, kok tiba-tiba kayak gitu,” ungkap Diah dengan nada sedih.
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pemalang, AKP M Wildan Umar, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan perundungan tersebut. Jenazah Aqib kemudian diautopsi di RSUD M Azhari untuk penyelidikan lebih lanjut. “Ya, kami Sat Reskrim bersama Polsek Pemalang Kota menerima laporan dari masyarakat atau adanya informasi bahwa ada seorang anak meninggal dunia yang diduga akibat adanya tindakan kekerasan,” papar Wildan.