Blok M Akan Disulap Jadi Kawasan Transit Terpadu, Ada Apartemen Hingga Mal

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengungkapkan rencana pengembangan kawasan Blok M, Jakarta Selatan, menjadi sebuah kawasan terintegrasi berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD). Kawasan ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, termasuk apartemen, hotel, dan pusat perbelanjaan.

Anies Baswedan menyatakan bahwa rencana pengembangan ini telah disepakati antara PT MRT Jakarta dan pihak pengembang. Ia juga mengabarkan bahwa seremoni peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek ini akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Untuk Blok M sebenarnya sudah ada kesepakatan antara MRT dengan developer yang ada. Dan dalam minggu depan ini saya akan hadir untuk launching sekaligus groundbreaking di tempat itu,” kata Anies di Mal Pelayanan Publik (MPP) Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).

Lebih lanjut, Anies menyebutkan bahwa akan ada dua menara baru yang akan dibangun di kawasan tersebut. Meskipun detail mengenai ketinggian bangunan belum diungkapkan, ia berjanji akan menyampaikannya saat acara peluncuran dan groundbreaking.

“Akan ada dua tower baru di tempat itu, yang tingginya nanti pas launching atau groundbreaking akan saya sampaikan,” ujarnya.

Menurut Anies, pengembangan TOD di Blok M akan melibatkan pengembang yang memiliki rekam jejak terpercaya dan berpengalaman dalam pembangunan di wilayah Jakarta.

“Tapi yang jelas, TOD itu dikembangkan bersama dengan developer yang profesional dan kredibel, yang sudah selama ini juga mempunyai kontribusi banyak dalam pembangunan di Jakarta,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kawasan Blok M tidak hanya akan berfungsi sebagai area hunian semata. Berbagai fasilitas pendukung aktivitas publik, seperti hotel, mal, dan ruang publik lainnya, akan turut tersedia.

“Sehingga dengan demikian, selain ada apartemen, ada hotel, ada mal, ada tempat untuk aktivitas publik dan sebagainya,” tuturnya.

Anies menjelaskan alasan pemilihan Blok M sebagai salah satu lokasi pengembangan TOD adalah karena kawasan tersebut dinilai sudah memiliki kesiapan yang matang baik dari sisi infrastruktur transportasi maupun penataan kawasan.

“Salah satu hal kenapa kemudian di Blok M dilakukan itu, karena Blok M memang sudah siap untuk itu,” katanya.

Anies menegaskan bahwa pengembangan kawasan berbasis TOD tidak akan berhenti di Blok M saja. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menyiapkan konsep serupa untuk diterapkan di sejumlah kawasan strategis lainnya.

“Dan nanti bukan hanya di Blok M. Di Harmoni juga akan kami lakukan yang sama karena itu berhubungan dengan Pasar Baru, kemudian di Glodok Pecinan, dan terakhir tentunya di Kota Tua,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan TOD akan difokuskan pada titik-titik yang memiliki akses mudah ke transportasi massal, termasuk kawasan yang terintegrasi dengan LRT Jakarta. Anies menyebut kawasan Kelapa Gading dan Manggarai memiliki potensi ruang yang memadai untuk dikembangkan menjadi TOD baru.

“Jadi pengembangan Jakarta memang beberapa tempat yang berkaitan dengan transportasi, termasuk LRT nanti di Kelapa Gading yang kita punya space yang cukup luas, baik di Kelapa Gading maupun Manggarai, pasti akan kita kembangkan untuk menjadi TOD baru,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar