Rupiah Menguat Tipis Pekan Ini, Proyeksi Pelemahan di Awal Oktober

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) mencatatkan penguatan tipis dalam sepekan terakhir. Tercatat, mata uang Garuda menguat 96 poin atau 0,53% dari posisi Rp 17.978 menjadi Rp 17.882 per dolar AS pada periode 28 September hingga 2 Oktober 2026.

Pada awal pekan, Senin (28/9/2026), rupiah dibuka melemah 37 poin (0,21%) di level Rp 17.940 dan ditutup melemah 75 poin (0,42%) di Rp 17.978 per dolar AS. Pelemahan kembali terjadi pada Selasa (29/9/2026), dengan pembukaan di Rp 17.997 dan penutupan di Rp 17.981 per dolar AS.

Memasuki pertengahan pekan, Rabu (30/9/2026), rupiah menunjukkan tren positif. Pembukaan perdagangan tercatat menguat 60 poin (0,33%) di Rp 17.921 dan ditutup menguat 87 poin (0,48%) di Rp 17.894 per dolar AS.

Namun, tren positif tersebut tidak bertahan lama. Pada Kamis (1/10/2026), rupiah kembali melemah 12 poin (0,07%) saat pembukaan di Rp 17.906 dan ditutup melemah 72 poin (0,40%) di Rp 17.966 per dolar AS.

Memasuki akhir pekan, Jumat (2/10/2026), rupiah kembali menguat. Dibuka di level Rp 17.955 dengan penguatan 11 poin (0,06%), rupiah berhasil ditutup perkasa 84 poin (0,47%) di Rp 17.882 per dolar AS.

Proyeksi Rupiah Pekan Depan

Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memprediksi nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif dengan potensi penurunan pada perdagangan pekan depan. “Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah bakal fluktuatif namun cenderung melemah di rentang Rp 17.880 – Rp 17.930 per dolar AS,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah selama sepekan ke depan akan berada di kisaran Rp 17.750 hingga Rp 18.050 per dolar AS. Ia menambahkan bahwa pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, termasuk dampak konflik AS-Iran dan ekspektasi suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Tinggalkan komentar