Jaringan bisnis konglomerat Anthoni Salim terbentang luas dengan keterkaitan pada sedikitnya 12 emiten. Pemetaan oleh Pluang menunjukkan hubungan kepemilikan mulai dari raksasa konsumer PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) hingga PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII).
Besarnya jaringan bisnis ini sejalan dengan nilai kekayaan Anthoni Salim. Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires List pada Sabtu (3/10/2026), kekayaan bersih Anthoni Salim mencapai US$ 10,6 miliar atau sekitar Rp 189,6 triliun. Ia menempati posisi keempat orang terkaya di Indonesia, di bawah Low Tuck Kwong, Robert Budi Hartono, dan Prajogo Pangestu.
Pluang memetakan emiten yang terkait dengan Anthoni Salim ke dalam dua kelompok utama. Kelompok pertama adalah bisnis inti di sektor pangan dan agribisnis, yang mencakup INDF, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), serta PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). Grup Salim sendiri merupakan konglomerasi yang dirintis Liem Sioe Liong pada era 1970-an dan kini dikendalikan oleh Anthoni Salim.
Dalam kelompok bisnis inti ini, struktur kepemilikan saling berkaitan. ICBP, misalnya, sekitar 80% dikuasai oleh INDF, menunjukkan keterkaitan investasi yang erat. SIMP dan LSIP juga berada dalam rantai bisnis perkebunan kelapa sawit yang terhubung. Kinerja emiten-emiten ini memiliki eksposur terhadap faktor yang sama, seperti harga minyak sawit mentah (CPO), nilai tukar rupiah, dan daya beli konsumen domestik. Pengendalian INDF sendiri memiliki struktur berlapis melalui First Pacific Company Limited, di mana Anthoni Salim menjabat sebagai chairman.
Di luar bisnis inti Grup Salim, Anthoni Salim juga memiliki portofolio investasi yang lebih terdiversifikasi. Kelompok kedua ini mencakup PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), BUMI, DCII, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA). Investasinya mencakup berbagai sektor mulai dari ritel, pertambangan batu bara, data center, media, tambang tembaga dan emas, hingga perbankan.
Berbeda dengan bisnis inti Indofood, posisi Anthoni Salim pada emiten di kelompok kedua umumnya bukan sebagai kepemilikan mayoritas, dan persentase kepemilikannya dapat berubah seiring transaksi saham. BUMI, misalnya, dikaitkan dengan Anthoni Salim melalui Mach Energy (Hongkong) Limited yang menguasai 45,78% saham, meskipun BUMI juga dikendalikan bersama Grup Bakrie.
Luasnya daftar saham yang terkait dengan satu konglomerasi tidak serta-merta menjamin diversifikasi investasi yang tinggi. Emiten dalam satu rantai usaha yang sama, seperti INDF, ICBP, SIMP, dan LSIP, dapat memiliki korelasi bisnis yang kuat terhadap faktor ekonomi dan komoditas. Selain itu, emiten dengan kepemilikan pengendali besar dan free float terbatas berpotensi mengalami pergerakan harga yang lebih volatil apabila volume perdagangan tipis.