PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola utama gerai Kentucky Fried Chicken (KFC) dan Taco Bell di Indonesia, melaporkan adanya penyesuaian jumlah gerai pada tahun 2025. Berdasarkan laporan tahunan FAST 2025, jumlah gerai tercatat sebanyak 690 unit, mengalami penurunan dari 747 gerai pada tahun sebelumnya. Rinciannya, terdapat 683 gerai KFC dan 7 gerai Taco Bell.
Komisaris Utama Fast Food Indonesia, Anthoni Salim, menjelaskan bahwa penurunan jumlah gerai ini merupakan bagian dari strategi relokasi yang selektif. “Penurunan jumlah gerai tersebut diimbangi dengan pelaksanaan strategi relokasi secara selektif, yaitu memindahkan operasional dari lokasi yang kurang potensial ke area yang lebih strategis dan memiliki prospek pertumbuhan pasar. Langkah ini merupakan bagian dari upaya efisiensi biaya dan peningkatan efektivitas operasional,” ujar Anthoni Salim dalam laporan tahunan FAST tahun buku 2025.
Per 30 Juni 2026, jumlah gerai restoran yang dioperasikan Fast Food Indonesia kembali mengalami penurunan menjadi 682 unit, dibandingkan dengan 690 gerai pada 31 Desember 2025. Mayoritas gerai yang dioperasikan oleh FAST tetap merupakan gerai KFC.
Meskipun jumlah gerai mengalami penyesuaian, dari sisi jumlah karyawan justru mengalami kenaikan menjadi 11.706 karyawan per akhir Juni 2026, meningkat dari 11.664 karyawan pada akhir Desember 2025. Dari sisi finansial, sepanjang semester I-2026, Fast Food Indonesia berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 2,78 triliun, mengalami peningkatan dari Rp 2,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan masih mencatatkan rugi bersih, namun jumlahnya menyusut signifikan menjadi Rp 56,74 miliar pada Januari-Juni 2026, dibandingkan dengan Rp 138,75 miliar pada semester I-2025. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan dalam efisiensi operasional.
Anthoni Salim dalam laporan tahunan FAST 2025 juga menekankan dukungan dewan komisaris terhadap direksi untuk mengevaluasi peluang ekspansi secara terukur. Evaluasi ini mencakup pembukaan gerai baru maupun relokasi gerai ke lokasi yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi.
Strategi ini sejalan dengan target perseroan untuk mencapai 1.000 gerai di seluruh Indonesia hingga tahun 2030. Pengembangan jaringan akan difokuskan pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi guna meningkatkan volume penjualan dan memperluas jangkauan pasar. “Dengan pengembangan jaringan yang diarahkan pada wilayah yang padat penduduk tinggi guna meningkatkan volume penjualan dan memperluas jangkauan pasar,” papar Anthoni Salim.
Dewan komisaris menilai rencana ekspansi ini realistis dan selaras dengan kapasitas operasional, kondisi keuangan, serta ketersediaan sumber daya manusia perseroan.