JAKARTA – Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terus menjadi incaran jajaran direksi. Terbaru, Direktur BRMS Muhammad Sulthon kembali menambah porsi kepemilikannya dengan membeli 90.000 lembar saham perseroan pada 2 Oktober 2026. Transaksi ini dilakukan pada harga Rp 545 per saham.
Dengan pembelian tersebut, total kepemilikan Sulthon kini bertambah dari sebelumnya 220.500 saham menjadi 310.500 saham. Ia menyatakan bahwa tujuan dari pembelian saham ini adalah sebagai investasi.
Aksi borong saham ini terjadi hanya berselang sehari setelah Sulthon melakukan pembelian dalam jumlah yang lebih besar. Pada 1 Oktober 2026, ia tercatat mengakumulasi total 180.500 saham BRMS melalui tiga transaksi terpisah. Rinciannya, Sulthon membeli 85.000 saham di harga Rp 565, 10.000 saham di Rp 545, dan 85.500 saham pada harga Rp 555 per lembar.
Sebelumnya, Sulthon juga telah melakukan pembelian saham BRMS pada 28 September 2026 sebanyak 40.000 lembar dengan harga Rp 640 per saham. Hal ini menunjukkan adanya akumulasi pembelian saham BRMS oleh Sulthon secara berkala sejak akhir September hingga awal Oktober 2026.
Muhammad Sulthon bukan satu-satunya anggota direksi yang aktif memborong saham Bumi Resources Minerals. Direktur BRMS lainnya, Adika Aryasthana Bakrie atau Arya Bakrie, juga tercatat membeli 750.500 saham pada 22 September 2026 dengan harga Rp 665 per saham.
Dalam dua tahun terakhir, tercatat ada empat direktur yang telah mengakumulasi lebih dari 5,2 juta saham BRMS. Keempat direktur tersebut adalah Adrian Wicaksono, Charles Daniel Gobel, Adika Aryasthana Bakrie, dan Herwin Wahyu Hidayat. Pembelian saham oleh jajaran direksi ini sebelumnya telah dinyatakan oleh manajemen BRMS sebagai cerminan keyakinan terhadap prospek pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.
Dari sisi operasional, BRMS terus melanjutkan pengembangan tambang emas bawah tanah yang berlokasi di Palu. Perseroan juga berupaya meningkatkan kapasitas pabrik emas di Palu, dari yang semula 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari. Manajemen menargetkan penambangan bijih emas berkadar tinggi dari tambang bawah tanah tersebut dapat dimulai pada pertengahan 2027. Bijih yang ditambang diharapkan memiliki kadar emas sekitar 3,5–4,9 gram per ton (g/t).
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas dalam salah satu risetnya mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BRMS dengan target harga sebesar Rp 750.