Investasi Arab Saudi di ASEAN: Proyek Makkah Rp146 T Dijajaki Lewat Malaysia dan Brunei

BANDAR SERI BEGAWAN – RUA AlHaram AlMakki Company menjajaki tiga kerja sama strategis dengan institusi di Malaysia dan Brunei Darussalam. Langkah ini bertujuan untuk pengembangan kawasan King Salman Gate di Makkah serta peluang investasi di Makkah, Madinah, dan Brunei.

Dua proyek utama yang diumumkan memiliki indikasi Gross Development Value (GDV) sekitar 30,7 miliar riyal atau setara Rp146,4 triliun. Angka ini terdiri atas 21 miliar riyal di Malaysia dan 9,7 miliar riyal di Brunei. Namun, nilai tersebut masih bergantung pada uji kelayakan, persetujuan, pembiayaan, tahapan pengembangan, serta perjanjian definitif.

Di Kuala Lumpur, RUA AlHaram AlMakki menandatangani kerja sama dengan MRCB International Sdn Bhd. Kesepakatan ini untuk menjajaki pengembangan kawasan campuran berbasis transit di dalam King Salman Gate. Rencana tersebut mencakup pembangunan terminal bus umum yang terintegrasi dengan kawasan hunian, komersial, ritel, serta fungsi campuran lainnya. Nilai GDV proyek diperkirakan mencapai 21 miliar riyal.

MRCB dikenal memiliki pengalaman dalam pengembangan kawasan berbasis transportasi. Salah satu proyeknya yang terkenal adalah KL Sentral, yang menjadi salah satu pusat transportasi terpadu utama di Malaysia.

Kesepakatan di Malaysia ditandatangani oleh CEO RUA AlHaram AlMakki, Bambang Kajairi, dan Group Managing Director MRCB, Dato’ Imran Salim.

Sementara itu, di Brunei Darussalam, RUA AlHaram AlMakki menandatangani perjanjian kolaborasi dengan Perbadanan Tabung Amanah Islam Brunei (TAIB). Perjanjian ini untuk menjajaki investasi usaha patungan di kawasan King Salman Gate.

Kerja sama ini mencakup rencana pengembangan sejumlah bidang tanah untuk fungsi perhotelan dan hunian, dengan indikasi GDV sekitar 9,7 miliar riyal. Nilai ini juga masih bergantung pada hasil uji kelayakan, persetujuan, skema pembiayaan, dan perjanjian definitif.

Dalam perjanjian terpisah, RUA AlHaram AlMakki, Rua Al Madinah Holding, dan TAIB akan menjajaki peluang investasi dan pengembangan di Makkah, Madinah, dan Brunei Darussalam. Kerja sama ini diarahkan untuk membuka peluang investasi lintas kawasan sekaligus mempertemukan kebutuhan pengembangan di Arab Saudi dengan sumber investasi dan keahlian dari Brunei.

CEO RUA AlHaram AlMakki, Bambang Kajairi, menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas kemitraan internasional, khususnya dengan negara-negara ASEAN. “Semua kesepakatan ini mencerminkan komitmen kami untuk membangun kemitraan internasional yang kuat dan mempererat hubungan dengan negara-negara di kawasan ASEAN,” ujarnya.

Bambang menambahkan bahwa perusahaan melihat peluang memperluas kolaborasi ke negara lain di kawasan, termasuk Indonesia.

Secara keseluruhan, ketiga perjanjian tersebut membuka peluang bagi investor dan mitra internasional untuk terlibat dalam pengembangan Makkah dan Madinah. Proyek-proyek ini mencakup sektor properti, perhotelan, hunian, dan infrastruktur transportasi. Pengembangan ini juga menjadi bagian dari agenda Saudi Vision 2030.

Tinggalkan komentar