BPS: Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta, Capaian Tertinggi Sejak Pandemi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa arus kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menunjukkan tren penguatan yang signifikan. Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 10,58 juta kunjungan wisman. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 5,38% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sekaligus mencatatkan capaian tertinggi sejak merebaknya pandemi Covid-19.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan bahwa peningkatan ini menjadi bukti nyata keberlanjutan pemulihan sektor pariwisata Indonesia. “Capaian kunjungan wisman Januari sampai dengan Agustus 2026 merupakan capaian tertinggi sejak 2020. Ini menunjukkan adanya kebangkitan ke arah kondisi sebelum pandemi Covid-19,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026).

Kinerja positif sektor pariwisata juga terlihat jelas pada bulan Agustus 2026. Selama bulan tersebut, Indonesia berhasil menerima 1,60 juta kunjungan wisman. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,43 juta kunjungan tercatat melalui pintu masuk utama, sementara 166,61 ribu kunjungan lainnya melalui pintu perbatasan.

Secara perbandingan bulanan (month-to-month/mtm), jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2026 mengalami peningkatan sebesar 4,89% dibandingkan bulan Juli 2026. Jika dibandingkan dengan bulan Agustus tahun sebelumnya, pertumbuhan kunjungan wisatawan asing tercatat lebih tinggi, yaitu sebesar 6,27% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Berdasarkan negara asal atau paspor yang digunakan, wisatawan asal Malaysia masih mendominasi kunjungan ke Indonesia pada Agustus 2026 dengan pangsa pasar sebesar 18,52%. Diikuti oleh wisatawan asal Australia yang mencapai 10,75%, dan wisatawan dari Tiongkok dengan 10,16%.

Perkembangan kunjungan wisman menunjukkan variasi antar negara. Secara bulanan, kunjungan wisman pemegang paspor Malaysia dan Tiongkok mengalami peningkatan. Sementara itu, jumlah wisatawan asal Australia mengalami penurunan. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kunjungan wisatawan dari ketiga negara tersebut menunjukkan tren peningkatan secara keseluruhan.

Bali terus memantapkan posisinya sebagai salah satu pintu masuk utama bagi wisatawan asing ke Indonesia. Data BPS mencatat bahwa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi pintu masuk dengan jumlah kunjungan wisman terbanyak. “Kunjungan melalui Bandara Ngurah Rai didominasi oleh wisatawan pemegang paspor Australia,” ungkap Ateng.

Penguatan jumlah kunjungan wisatawan asing ini terjadi bersamaan dengan tetap tingginya tingkat perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus). Pada Agustus 2026, tercatat sebanyak 104,30 juta perjalanan wisnus. Meskipun mengalami penurunan 2,92% secara bulanan, angka ini masih menunjukkan pertumbuhan sebesar 11,47% jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2025.

Secara kumulatif, total perjalanan wisnus sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 842,15 juta perjalanan. Angka ini meningkat 4,29% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Menurut Ateng, capaian kumulatif ini bahkan merupakan yang tertinggi untuk periode Januari-Agustus setidaknya sejak tahun 2019.

Pemulihan mobilitas pariwisata ini turut memberikan dukungan bagi sektor bisnis akomodasi, meskipun tingkat hunian hotel mengalami normalisasi pasca-musim liburan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Agustus 2026 tercatat sebesar 52,52%. Angka ini mengalami penurunan 2,02 poin persentase secara bulanan, namun menunjukkan peningkatan 2,01 poin persentase secara tahunan.

Provinsi Bali mencatatkan TPK hotel berbintang tertinggi sebesar 68,19%. Diikuti oleh Provinsi Banten dengan 58,78%, dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mencapai 56,71%.

Tinggalkan komentar