JAKARTA – Sepuluh saham menjadi motor penggerak utama pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan perdagangan 28 September hingga 2 Oktober 2026. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tercatat sebagai kontributor terbesar, menyumbang 7,9 poin terhadap IHSG.
Pergerakan harga saham DSSA naik 8% dengan kapitalisasi pasar saham publik (market capitalization free float/MCFF) mencapai Rp 47 triliun. Kontribusi ini menempatkan DSSA di posisi terdepan dalam mempengaruhi pergerakan IHSG.
Mengikuti di belakang DSSA, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) memberikan kontribusi 5,3 poin terhadap IHSG. UNTR mencatatkan kenaikan harga 7,3% dengan MCFF sebesar Rp 31,8 triliun. Sementara itu, saham PT Visi Media Asia Tbk (VKTR) menyumbang 3 poin dengan kenaikan 7% dan MCFF Rp 19,2 triliun.
Saham-saham lain yang juga memberikan pengaruh signifikan terhadap IHSG antara lain PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan kontribusi 2,9 poin (kenaikan 1,4%, MCFF Rp 88,8 triliun), PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) sebesar 2,8 poin (kenaikan 3,6%, MCFF Rp 35,9 triliun), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebesar 2,8 poin (kenaikan 8,6%, MCFF Rp 15,3 triliun).
Selanjutnya, saham PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) berkontribusi 1,6 poin dengan kenaikan harga 16,6% dan MCFF Rp 5 triliun. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) menyusul dengan 1,3 poin, mencatat kenaikan harga impresif 142,4% dan MCFF Rp 1 triliun.
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melengkapi daftar sepuluh saham teratas. SMAR berkontribusi 1,15 poin dengan kenaikan 37,1% dan MCFF Rp 1,8 triliun, sementara TOWR memberikan 1 poin dengan kenaikan 6,6% dan MCFF Rp 6,5 triliun.
Saham BSWD Pimpin Daftar Top Gainers
Selain pergerakan IHSG, pekan perdagangan tersebut juga diwarnai oleh lonjakan harga saham pada daftar top gainers. Saham PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) menjadi yang teratas, mencetak kenaikan harga fantastis sebesar 142,4%.
Harga saham BSWD melonjak dari Rp 1.485 menjadi Rp 3.600 dalam sepekan. Kenaikan signifikan ini menempatkan BSWD sebagai saham dengan ‘cuan jumbo’ terbesar pada periode tersebut.
Saham lain yang juga menunjukkan performa cemerlang adalah PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) yang melejit 80% menjadi Rp 3.600. PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) menyusul dengan kenaikan 78% ke level Rp 470, dan PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) meningkat 64,3% menjadi Rp 332.
PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) terdongkrak 57,3% menjadi Rp 3.760, diikuti PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) yang terangkat 50,7% ke Rp 980, dan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) menguat 50,4% menjadi Rp 710.
Saham PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) naik 40,2% menjadi Rp 2.960, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) meningkat 37,1% menjadi Rp 8.500, dan PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) terkerek 33% ke Rp 266.
Meskipun ada saham-saham yang meroket, IHSG secara keseluruhan mengalami pelemahan. Indeks ditutup melemah 3,28% pada level 6.036,8, turun dari posisi 6.241,8 pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar BEI pun terpangkas Rp 278 triliun, menurun 2,55% menjadi Rp 10.627 triliun dari Rp 10.905 triliun.