Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang fluktuatif pada sejam pertama perdagangan Jumat (2/10/2026). Indeks tercatat naik tipis 7,45 poin atau 0,12% ke level 6.016,95, setelah sempat mengalami pelemahan di awal sesi. Sepanjang sesi, IHSG bergerak dalam rentang 5.979 hingga 6.044.
Pada periode yang sama, total 66,55 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,42 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 619.259 kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 272 saham menguat, 337 saham melemah, dan 166 saham stagnan. Sementara itu, saham-saham dalam indeks LQ45 mengalami sedikit penurunan sebesar 0,06%.
Pergerakan IHSG berlawanan dengan mayoritas indeks saham Asia yang kompak melemah. Nikkei Jepang turun 0,91%, Straits Times Singapura melemah 0,29%, dan Hang Seng Hong Kong ambles 2,62%. Indeks Shanghai China sendiri libur pada hari tersebut.
Saham-Saham yang Melonjak Tajam
Di tengah fluktuasi IHSG, sejumlah saham justru menunjukkan kinerja impresif dengan melonjak hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) dan masuk dalam daftar top gainers. Harga saham-saham ini mengalami kenaikan di atas 24%.
Saham PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) tercatat melonjak 25% ke level Rp 3.600. PT Bank Of India Indonesia Tbk (BSWD) juga melonjak 25% ke harga Rp 3.600. Selain itu, PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) melesat 24,49% menjadi Rp 915, dan PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) menguat 24,3% ke level Rp 266.
Sebaliknya, beberapa saham tercatat sebagai top losers karena mengalami penurunan tajam hingga menyentuh batas auto rejection. Saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) ambles 14,98% ke Rp 4.570, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) anjlok 14,66% ke Rp 163, dan PT Diamind Citra Propertindo Tbk (DADA) jatuh 14,29% ke Rp 24.