Saham Bank Mandiri (BMRI) Diborong Asing, Dividen Jumbo Jadi Magnet

JAKARTA – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menunjukkan tren positif dengan adanya pembelian bersih (net buy) dari investor asing senilai Rp 27,9 miliar pada akhir sesi I perdagangan Senin, 5 Oktober 2026. Kenaikan harga saham BMRI sebesar 1,24% ke level Rp 4.080, dengan total transaksi Rp 169,74 miliar, menandai pembalikan arah setelah sebelumnya mencatat net sell selama periode 18 September hingga 2 Oktober 2026.

Kebijakan dividen yang konsisten dibagikan oleh Bank Mandiri terus menjadi daya tarik utama bagi investor. Hal ini didukung oleh pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga (DPK), dan laba bersih yang tetap solid.

Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menyatakan bahwa rasio pembayaran dividen Bank Mandiri tergolong tinggi jika dibandingkan dengan bank-bank besar lainnya. Untuk tahun buku 2025, perseroan mencatatkan rasio pembayaran dividen sekitar 79% dari laba bersih, menjadikannya salah satu bank dengan kebijakan dividen yang paling ramah pemegang saham.

Bank Mandiri membagikan dividen sebesar Rp 44,47 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp 56,3 triliun. Selain itu, perseroan juga telah menetapkan dividen interim 2026 sebesar Rp 6,16 triliun atau Rp 66 per saham. Dengan demikian, total dividen yang dibagikan sepanjang kalender 2026 mencapai sekitar Rp 50,63 triliun.

Wawan menambahkan, pembagian dividen ini mencerminkan kemampuan Bank Mandiri dalam menjaga imbal hasil bagi pemegang saham sembari memenuhi kebutuhan ekspansi bisnis. Pembagian dividen interim sebesar Rp 66 per saham juga menjadi indikator keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan.

Kinerja operasional hingga Agustus 2026 turut memperkuat pandangan positif ini. Pertumbuhan kredit dan DPK Bank Mandiri masing-masing mencapai 17,6% secara tahunan. Sementara itu, laba bersih selama delapan bulan pertama 2026 tercatat meningkat 22,3%.

“Interim Rp 66 per saham ini sinyal bahwa manajemen yakin fundamental kuat. Kredit dan DPK bank only Agustus tumbuh 17,6%, laba delapan bulan 22,3%. Modal dan likuiditas masih longgar, jadi ruang tumbuh tetap ada,” jelas Wawan.

Kondisi fundamental yang kuat ini memberikan ruang bagi Bank Mandiri untuk menjalankan dua agenda penting secara bersamaan: menjaga tingkat pembagian dividen yang menarik dan terus melanjutkan ekspansi kredit. Dari sisi valuasi, harga saham BMRI dinilai masih berada pada level yang relatif wajar jika dibandingkan dengan konsensus analis.

Wawan menyimpulkan bahwa kombinasi antara dividen yang besar, pertumbuhan laba yang berkelanjutan, serta ruang ekspansi yang masih terbuka menjadi faktor-faktor kunci yang membuat saham BMRI tetap diminati oleh pelaku pasar. “Kalau mencari saham bank yang memberikan dividen jumbo sambil tetap ekspansi, BMRI masih menarik,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar