IHSG Ditutup Merugi di Sesi I, Lima Saham Lampaui Batas Auto Rejection Atas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada sesi I Jumat, 2 Oktober 2026, setelah sempat mengalami gejolak sepanjang perdagangan. IHSG tercatat turun 19,3 poin atau 0,32%, berada di level 5.990,2, dengan pergerakan harian di rentang 5.979 hingga 6.044. Meskipun demikian, lima saham berhasil menembus batas auto rejection atas (ARA) dan masuk dalam daftar top gainers, di antaranya adalah saham BLTZ.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa sebanyak 80,44 miliar lembar saham telah diperdagangkan pada sesi I. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 6,39 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 947.141 transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 230 saham mengalami kenaikan, 404 saham mengalami penurunan, dan 151 saham lainnya stagnan. Saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga mengalami pelemahan sebesar 0,47%.

Mayoritas sektor saham menunjukkan tren pelemahan pada penutupan sesi I. Sektor transportasi memimpin penurunan dengan ambles 1,56%, diikuti oleh sektor perindustrian yang turun 1,128%, sektor infrastruktur 1,11%, sektor barang baku 0,66%, dan sektor keuangan 0,53%. Sementara itu, penguatan tercatat pada sektor energi sebesar 0,35% dan sektor teknologi sebesar 0,17%.

Perdagangan sesi I juga diwarnai pelemahan kompak di bursa saham Asia. Indeks Nikkei Jepang turun 1,02%, Straits Times Singapura melemah 0,3%, dan Hang Seng Hong Kong ambles 2,64%. Indeks Shanghai Tiongkok libur pada hari tersebut.

Saham yang Melonjak dan Anjlok

Di tengah pelemahan indeks, lima saham berhasil mencapai batas auto rejection atas (ARA) dan menjadi top gainers, dengan kenaikan harga saham di atas 24%. Saham-saham tersebut meliputi PT Bank Of India Indonesia Tbk (BSWD) yang melonjak 25% ke Rp 3.600, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) yang terbang 25% ke Rp 3.600, dan PT Saraswanti Anugrah Makmur Tbk (SAMF) yang melesat 25% menjadi Rp 370.

Selanjutnya, PT Rockfield Properti Indonesia Tbk (ROCK) mencatat kenaikan 24,89% menjadi Rp 2.960, dan PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) naik 24,3% menjadi Rp 266.

Sebaliknya, empat saham tercatat jatuh paling dalam hingga menyentuh batas auto rejection dan masuk dalam daftar top losers. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) ambrol 14,98% ke Rp 4.570, dan PT Communications Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) terperosok 14,89% ke Rp 400. Selain itu, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) anjlok 14,66% ke Rp 163, dan PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) jatuh 14,29% ke Rp 24.

Tinggalkan komentar