Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memiliki peluang untuk bangkit pada awal pekan ini, Senin (5/10/2026). Secara teknikal, IHSG berada di area oversold, dengan support di level 5.973 dan 5.851, serta resistance di 6.180 dan 6.335.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta, menilai bahwa peluang penguatan indeks terbuka lebar seiring dengan indikator stokastik yang mulai membentuk pola golden cross. “Posisi IHSG secara teknikal sudah oversold. Bahkan indikator stokastiknya juga sudah mulai membentuk pola golden cross di area oversold,” ujar Nafan dalam keterangannya.
Nafan berharap level penutupan IHSG pada Jumat (2/10/2026) dapat menjadi area bottom. Ia menambahkan, sentimen global yang relatif kondusif juga berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks. Salah satu sentimen tersebut berasal dari perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed terjadi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang dirilis berada di bawah ekspektasi. Hal ini menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober menjadi 22,1%, turun drastis dari 64,2% pada pekan sebelumnya. “Ini bagus, ini bisa meningkatkan optimisme pasar,” kata Nafan.
Kondisi ini seharusnya menjadi katalis bagi saham-saham growth dan emiten yang sensitif terhadap suku bunga. Meskipun demikian, potensi penguatan IHSG dinilai masih terbatas karena tekanan jual dari investor asing masih berlanjut.
Di sisi lain, penguatan nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat turut memberikan sentimen positif. Bank Indonesia (BI) dinilai konsisten menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi di pasar spot dan non-deliverable forward (NDF).
Nafan mengatakan, pelaku pasar selanjutnya akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik, termasuk cadangan devisa dan indeks keyakinan konsumen. Data-data tersebut diharapkan dapat menentukan arah aliran modal asing dalam jangka pendek.
Selain itu, investor mulai memasuki musim laporan keuangan kuartal III-2026. Nafan menambahkan, periode Oktober secara historis kerap menjadi momentum akumulasi saham-saham dengan fundamental kuat.
Tiga Saham Pilihan
Sejalan dengan peluang rebound IHSG, Nafan merekomendasikan strategi accumulative buy untuk tiga saham dengan target harga yang menarik, yaitu:
- ASII
- Akumulasi pada area: 4.510 – 4.670
- Support: 4.510
- Resistance: 4.700
- Target harga: 4.780
- Stop loss: 4.350
- ESSA
- Akumulasi pada area: 555 – 615
- Support: 555
- Resistance: 620
- Target: 640
- Stop loss: 505
- SMGR
- Akumulasi pada area: 1.435 – 1.515
- Support: 1.435
- Resistance: 1.530
- Target harga: 1.585
- Stop loss: 1.380