Pameran kecantikan Cosmobeauté Indonesia 2026 resmi dibuka mulai 1 hingga 3 Oktober di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Banten. Acara ini diharapkan dapat menjadi katalisator penting dalam meningkatkan sektor pariwisata berbasis kebugaran atau wellness di Indonesia.
Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, dalam sambutan pembukaan, menggarisbawahi pesatnya perkembangan industri kecantikan yang kini tidak hanya berfokus pada penampilan fisik, tetapi semakin terintegrasi dengan konsep wellness. Ia menyatakan, “Indonesia sendiri tercatat sebagai wellness market terbesar di Asia Tenggara pada 2024. Karena itu, penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi penguat posisi Indonesia sebagai destinasi wellness, beauty, dan kesehatan, sembari diperkuat dengan berbagai program dan kebijakan dari sisi pemerintah dan kolaborasi dengan sektor swasta. Dari sektor pariwisata, kami percaya bahwa sektor beauty dan juga wellness serta kesehatan ini dapat mendorong pariwisata yang semakin berkualitas dan berkelanjutan, sehingga bisa memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya pada Kamis (1/10/2026).
Memasuki tahun ke-19, Cosmobeauté Indonesia kembali menghadirkan ekosistem industri kecantikan yang komprehensif. Pameran ini mempertemukan berbagai elemen industri, mulai dari brand, produsen, supplier, distributor, pembeli, profesional, hingga para ahli. Tahun ini, lebih dari 562 perusahaan dari 17 negara dan wilayah berpartisipasi, menampilkan total 1.550 brand. Kehadiran delapan paviliun negara juga memperluas akses terhadap produk, teknologi, dan solusi terkini dari pasar internasional.
Selain pameran produk, Cosmobeauté Indonesia 2026 juga menyajikan serangkaian program edukatif dan diskusi mendalam. Topik yang dibahas mencakup bahan baku dan formulasi, kemajuan ilmiah dan teknologi, tren konsumen, hingga manufaktur dan rantai pasok. Hal ini memberikan kesempatan berharga bagi para pelaku industri untuk bertukar pengetahuan dan perspektif terkini.
Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, menjelaskan, “Penyelenggaraan Cosmobeauté Indonesia tahun ini mencerminkan bagaimana industri kecantikan terus berkembang, tidak hanya melalui produk, tetapi juga melalui inovasi, pengetahuan, teknologi, keterampilan, dan kolaborasi. Melalui pameran dan berbagai program yang dihadirkan, kami ingin menyediakan ruang bagi pelaku industri untuk bertemu, bertukar perspektif, dan mengeksplorasi berbagai peluang dalam ekosistem industri kecantikan yang semakin luas.”
Sebagai platform bisnis, Cosmobeauté Indonesia memfasilitasi pertemuan pelaku industri melalui Beauté Meeting untuk menjajaki peluang produk, teknologi, bahan baku, dan solusi bisnis. Lebih lanjut, Beauté Speak dan Supply Chain Academy menyajikan wawasan mendalam mengenai regulasi, kemajuan ilmiah, tren pasar, transformasi digital, hingga rantai pasok.
Rudy Hadisuwarno, pendiri PT Rudy Hadisuwarno Oetomo, menekankan pentingnya inovasi di tengah dinamika industri. “Di tengah perubahan tren, teknologi, dan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, industri kecantikan dituntut untuk terus berinovasi tanpa kehilangan kualitas dan identitasnya. Saya percaya, kemajuan sebuah industri tidak hanya lahir dari kreativitas, tetapi juga dari keberanian untuk berkolaborasi dan terus belajar menghadapi perkembangan zaman,” ucapnya.
Perusahaan maklon kosmetik, PT Nose Herbal Indo, turut menyoroti pesatnya perkembangan industri wellness di Indonesia. Vice CEO PT Nose Herbal Indo, Sri Rahayu Widya Ningrum, menyatakan, “Tahun ini, yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Nose fokus mengusung konsep wellness. Kami melihat perkembangan industri wellness di Indonesia sangat pesat. Karena itu, pada 2026 Nose mulai merambah kategori baru, yaitu wellness. Kami juga telah memiliki beberapa izin terbaru untuk fasilitas pabrik, antara lain untuk obat tradisional, suplemen kesehatan, obat kuasi, dan pangan.”
Sri Rahayu menambahkan bahwa Nose Herbal Indo menampilkan berbagai inovasi terkait wellness di pameran ini, termasuk suplemen kesehatan, madu, produk ASI booster, serta produk pendukung kualitas tidur dan fungsi kognitif. Ia memproyeksikan kategori beauty dan wellness di Indonesia akan terus tumbuh pesat hingga 2027.
Pengembangan kompetensi dan kreativitas juga menjadi fokus melalui Beautéducation yang meliputi seminar, pelatihan praktik, workshop, dan program sertifikasi di berbagai bidang kecantikan. Terdapat pula program inklusif seperti Cosmo Inclusive Makeup Class dan Cosmo Inclusive Barber Class yang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas.
Acara ini juga menghadirkan demonstrasi langsung, pertunjukan tata rias dan rambut, diskusi, kompetisi profesional, serta penghargaan melalui Beauté Live dan Beauté Spot. Pengunjung dapat menikmati layanan kecantikan langsung melalui Cosmobeauté Experience Connect.
Komitmen terhadap keberlanjutan diapresiasi melalui Cosmobeauté Indonesia Sustainability Awards 2026. Penghargaan ini diberikan kepada para exhibitor atas komitmen mereka dalam empat kategori: Sustainable Product Innovation, Sustainable Packaging & Circularity, Social Impact & Ethical Business, dan Carbon Conscious Operations.
Keterlibatan institusi internasional turut memperluas perspektif dan standar industri. M Beauty & Academy, sebagai cabang resmi K-Beauty In Association di Indonesia, menghadirkan program edukasi dan pertukaran tren kecantikan antara Korea Selatan dan Indonesia. “Kehadiran kami di Cosmobeauté Indonesia menjadi kesempatan untuk mempertemukan pengetahuan dan tren kecantikan dari Korea Selatan dengan para profesional dan beauty enthusiast di Indonesia. Melalui pendidikan berstandar internasional, kami ingin tidak hanya berbagi keterampilan, tetapi juga membangun jembatan pertukaran pengetahuan yang dapat mendukung perkembangan talenta dan industri kecantikan di kedua negara,” ujar Jo Min Kyung, Korean Director M Beauty & Academy.