JAKARTA – Pameran kecantikan Cosmo Beaute terus berupaya memberikan ruang lebih besar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kecantikan lokal agar dapat “naik kelas” dan bersaing di pasar yang lebih luas. Penekanan khusus diberikan agar produk-produk ini tidak meninggalkan akar karakter lokal Indonesia.
Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, menyatakan bahwa salah satu fokus utama Cosmo Beaute adalah memberikan dukungan signifikan bagi UMKM. “Sekarang yang juga menjadi perhatian kami adalah bagaimana memberikan ruang yang lebih besar bagi produk lokal, khususnya UMKM,” ujar Kristi.
Ia menjelaskan bahwa meskipun banyak perusahaan besar yang menjadi peserta pameran, Cosmo Beaute juga menyediakan ukuran stall atau booth yang lebih kecil. Hal ini bertujuan agar UMKM tetap memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dan memamerkan produk mereka.
Kristi menambahkan bahwa perusahaan besar umumnya sudah memiliki kapabilitas untuk ekspansi pasar. Namun, ia menekankan bahwa UMKM kecantikan Indonesia sebenarnya memiliki kualitas produk yang sangat baik, meskipun terkadang terkendala dalam hal strategi perluasan pasar dan pengembangan bisnis.
Pertahankan Karakter Produk Lokal
Menurut Kristi, kunci bagi produk lokal untuk menembus pasar internasional adalah memiliki karakter yang kuat dan unik. Ia berpesan agar pelaku usaha lokal terus berinovasi dan peka terhadap perkembangan permintaan pasar.
“Kalau dari saya pribadi, produk lokal harus terus berinovasi dan mengikuti perkembangan permintaan pasar. Terkadang ada produk yang sudah bagus, tetapi kemudian berhenti berkembang. Padahal, product development itu sangat penting,” kata Kristi.
Pelaku usaha, tegas Kristi, perlu secara berkelanjutan memantau perubahan kebutuhan konsumen dan mengembangkan produk mereka agar relevan dengan dinamika tersebut. Di sisi lain, ia juga menyarankan agar identitas Indonesia tidak diabaikan.
“Namun, di sisi lain, saya juga menyarankan agar mereka tidak menghilangkan karakter Indonesia. Indonesia itu sangat kaya. Kita memiliki banyak bahan, tradisi, dan pengetahuan lokal yang sebenarnya bisa menjadi kekuatan produk kita,” ungkap Kristi.
Ia memberikan contoh pengalaman masa kecilnya yang memanfaatkan bahan-bahan tradisional untuk perawatan rambut, yang meskipun sederhana, terbukti efektif. Hal-hal seperti inilah yang menurutnya menjadi pembeda dari produk internasional.
Kristi menyarankan agar produk lokal boleh saja melihat tren global sebagai referensi untuk memahami pasar dan minat konsumen. Namun, ia menegaskan agar tidak sekadar mengikuti tren.
“Yang penting adalah bagaimana kita mengadaptasinya dan kemudian menggabungkannya dengan karakter Indonesia. Tidak harus 100 persen menggunakan unsur Indonesia, tetapi setidaknya harus ada karakter Indonesia yang menjadi pembeda. Dengan begitu, produk lokal tidak hanya mengikuti pasar, tetapi juga memiliki identitas yang kuat ketika dibawa ke pasar internasional,” tegas Kristi.
Peluang Terbuka Lebar
Kristi mengungkap bahwa peluang bisnis di industri kecantikan sangat luas dan terbuka lebar bagi UMKM kecantikan lokal Indonesia. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Cosmo Beaute 2026 akan memperluas pameran ke delapan segmen baru.
“Purpose Cosmo Beaute Indonesia saat ini adalah memperluas segmentasi. Sebelumnya, kami banyak berfokus pada skincare, hair care, dan estetika. Tahun ini kami mulai memperluas cakupan dengan menghadirkan sekitar delapan segmen baru,” jelas Kristi.
Segmen baru tersebut mencakup wellness, termasuk produk suplemen dan kesehatan. Selain itu, ada pula segmen AI dan teknologi, mengingat pesatnya perkembangan teknologi di bidang estetika dan tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap klinik kecantikan.
Kategori lain yang diperluas meliputi produk untuk ibu dan bayi (mom and baby), serta kategori lansia (elderly) seiring meningkatnya produk yang ditujukan untuk kebutuhan masyarakat lanjut usia.
Cosmo Beaute juga melihat potensi besar pada kategori parfum dan shapewear. Kristi mencatat bahwa shapewear kini tidak hanya berfungsi membentuk tubuh, tetapi juga berkembang ke arah dukungan postur dan kesehatan tulang.
Terakhir, pameran ini juga berencana memberikan ruang lebih besar bagi produk-produk yang dikembangkan oleh Key Opinion Leaders (KOL) dan selebgram. Banyak dari mereka yang memiliki produk lokal berkualitas baik dan diproduksi di Indonesia, yang menjadi potensi pengembangan melalui Cosmo Beaute Indonesia.