JAKARTA – Kementerian Pariwisata mendorong wisatawan untuk menjelajahi Indonesia lebih dalam guna meningkatkan lama tinggal dan pemanfaatan produk serta layanan di destinasi. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih autentik, personal, dan bermakna bagi wisatawan.
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menjelaskan bahwa strategi ini bertujuan agar wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga merasakan kekayaan destinasi, budaya, dan keramahan masyarakat Indonesia. “Bagaimana agar pengalaman tinggal dari wisatawan kita di Indonesia semakin berkualitas dan juga manfaat yang bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia,” ujar Ni Luh.
Dengan berfokus pada kualitas pengalaman, pertumbuhan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kedatangan. Pengalaman yang lebih beragam diharapkan dapat mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama, menjelajahi lebih banyak tempat, serta menggunakan lebih banyak produk dan layanan lokal.
Pendekatan ini juga dapat diterapkan pada sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions). Peserta acara dapat diajak menikmati kuliner, mengunjungi atraksi, atau mengikuti aktivitas budaya daerah setempat setelah agenda utama selesai.
Arah ini sejalan dengan program Go Beyond Ordinary yang diusung Kementerian, yang memfokuskan pemasaran pariwisata pada pengalaman yang bisa ditemukan wisatawan. Pemerintah juga memperkuat lima wisata minat khusus, yaitu gastronomi, bahari, wellness, wastra, serta art & design tourism, melalui Program Pariwisata Berkualitas.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengungkapkan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, sangat tertarik pada pengalaman. Kajian Indonesia Tourism & Mice Outlook 2027 menunjukkan sekitar 52 persen wisatawan Gen Z melakukan perjalanan untuk mencari pengalaman.
Ni Made menambahkan bahwa potensi daerah dapat dirangkai menjadi kegiatan wisata yang lebih menarik. “Yang kita dorong adalah wisata yang non-konvensional, non-ordinary, supaya aktivitas pariwisata bisa tersebar lebih banyak,” katanya.
MaiA Hubungkan Wisatawan dengan Pengalaman
Penguatan pemasaran berbasis pengalaman ini didukung oleh teknologi melalui MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia) di indonesia.travel. AI Travel Assistant ini merupakan bagian dari inisiatif Tourism 5.0.
MaiA dirancang untuk mendampingi wisatawan dalam lima tahap perjalanan: dreaming, planning, booking, experiencing, hingga sharing, dan mendukung 19 bahasa asing. Platform ini menyediakan informasi tidak hanya mengenai destinasi, tetapi juga aktivitas, kuliner, akomodasi, acara, dan produk wisata.
Pelaku industri pariwisata dapat memasukkan penawaran pengalaman mereka ke dalam platform MaiA. “Ketika wisatawan mencari experiential tourism di Indonesia, MaiA akan memberikan rekomendasi,” ujar Ni Made. Dengan demikian, pencarian wisatawan terhadap satu destinasi dapat berkembang menjadi pilihan pengalaman di daerah lain, seperti aktivitas gastronomi, budaya, atau bahari bagi peserta MICE di sekitar lokasi acara.