Pentingnya Ritual Cleansing untuk Kulit Sehat Jangka Panjang

Ritual membersihkan kulit atau cleansing, meskipun terkesan sepele, memiliki peran penting sebagai investasi kesehatan kulit dalam jangka panjang jika dilakukan secara rutin. Dalam gaya hidup yang dinamis, proses ini sering kali harus dilakukan dengan cepat, entah setelah beraktivitas, sebelum tidur, setelah berolahraga, atau di sela kesibukan lainnya. Namun, tahapan membersihkan wajah yang membutuhkan waktu terkadang terasa kurang praktis, padahal sisa makeup, sunscreen, sebum, dan kotoran harus dibersihkan secara menyeluruh tanpa membuat kulit terasa kering atau tidak nyaman.

Dari perspektif dermatologi, efektivitas cleansing tidak hanya diukur dari seberapa banyak makeup dan kotoran yang terangkat, tetapi juga bagaimana kondisi kulit setelah proses tersebut selesai. Ahli kecantikan dr Fiza Fikri, Sp.DVE, FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa kebiasaan menggosok kulit terlalu kuat atau mengejar sensasi sangat kesat bukanlah indikator cleansing yang lebih efektif. Sebaliknya, proses ini perlu memperhatikan gesekan mekanis, kenyamanan kulit, serta keseimbangan skin barrier, terutama jika dilakukan setiap hari.

“Kulit yang bersih tidak harus terasa kesat atau tertarik. Cleansing yang baik adalah ketika makeup, sunscreen, sebum, dan kotoran dapat terangkat secara efektif tanpa membutuhkan gesekan berlebihan dan tanpa membuat kulit terasa tidak nyaman setelahnya. Karena itu, efektivitas dan kelembutan seharusnya berjalan beriringan,” ujar dr Fiza Fikri.

Pendekatan ini mendasari Wardah dalam menghadirkan pengalaman cleansing yang tidak hanya berfokus pada daya angkat kotoran (removal power), tetapi juga pada kondisi kulit setelah dibersihkan. Melalui kombinasi daya bersih, minim gesekan, hidrasi, dan formula yang lembut terhadap skin barrier, cleansing diposisikan sebagai langkah awal dalam menjaga kesehatan kulit secara konsisten.

“Wardah menempatkan cleansing sebagai fondasi perawatan kulit yang praktis, nyaman, dan mudah dilakukan secara konsisten untuk mendukung skin health dan skin longevity,” kata Brand Representative, Mila Sri Hardiati. Ia menambahkan bahwa konsumen saat ini sudah sangat selektif dalam memilih produk makeup, namun proses membersihkannya belum tentu selalu mudah mengikuti keseharian mereka.

Menjawab kebutuhan tersebut, Wardah meluncurkan Wardah Low pH Micellar Pad Japanese Mugwort + Upcycled lavender. Inovasi ini menggabungkan efektivitas micellar water dengan formula low pH 5.5 dalam sebuah pad dua sisi yang siap pakai. Produk ini dirancang untuk membantu membersihkan wajah sekaligus menjaga kenyamanan dan kelembapan kulit.

“Melalui Wardah Low pH Micellar Pad, kami ingin menyederhanakan persiapannya, bukan mengurangi kualitas cleansing-nya. Format yang praktis perlu berjalan bersama kemampuan membersihkan, kelembutan formula, dan kenyamanan kulit,” jelas Mila Sri Hardiati. Ia melanjutkan bahwa efektivitas cleansing ini dipadukan dengan formula miselar lembut pH 5.5 yang menyerupai pH alami kulit. Hal ini membantu membersihkan tanpa membuat skin barrier terasa terganggu (stripped).

Formulasi produk ini diperkaya dengan Japanese Mugwort yang berfungsi menenangkan kemerahan dan menjaga hidrasi kulit. Selain itu, terdapat upcycled lavender yang membantu melindungi kulit dari debu dan polusi, serta mendukung kesehatan skin barrier. “Dengan kombinasi deep cleansing performance dan skin-caring formula, satu pad dirancang untuk memberikan cleansing yang efektif namun tetap lembut pada kulit,” tutup Mila.

Tinggalkan komentar