Dana investasi rekonstruksi bersama Amerika Serikat (AS) dan Ukraina telah mencapai kesepakatan pertamanya di sektor mineral kritis. Selain itu, diumumkan pula empat proyek baru di bidang strategis lainnya. Dana ini dibentuk sebagai bagian dari perjanjian mineral yang ditandatangani kedua negara pada April tahun lalu, mencakup lima sektor strategis, termasuk mineral, pertahanan, energi, dan infrastruktur.
Kepala Investasi US International Development Finance Corporation (DFC), Conor Coleman, mengungkapkan bahwa total nilai proyek yang telah masuk ke dalam dana tersebut kini mencapai sekitar US$70 juta atau setara dengan Rp 1,1 triliun (dengan kurs Rp 15.700 per dolar AS). Menurutnya, investasi ini juga menjadi bagian dari dukungan Washington terhadap Ukraina di tengah perang berkepanjangan dengan Rusia.
“Bagi rakyat Ukraina, sangat penting bagi kami untuk mulai berinvestasi sekarang,” ujarnya, dikutip Reuters pada Sabtu (03/10/2026).
Kesepakatan mineral pertama akan menyuntikkan sekitar US$30 juta ke dalam platform investasi bersama dengan BGV Group. Perusahaan ini didirikan oleh Hennadii Butkevych, salah satu pemilik jaringan supermarket terbesar Ukraina, ATB. Pada tahap awal, investasi akan diarahkan ke proyek-proyek pertambangan tahap awal di berbagai wilayah Ukraina, dengan fokus pada unsur tanah jarang, uranium, berilium, dan zirkonium.
Coleman mengatakan seluruh komoditas tersebut termasuk dalam daftar mineral kritis AS, sehingga sejalan dengan prioritas strategis pemerintah AS.
Selain sektor pertambangan, dua proyek baru lainnya diarahkan untuk memperkuat jaringan listrik dan pemanas Ukraina menjelang musim dingin. Salah satu proyek akan melengkapi pinjaman hampir US$100 juta yang baru disetujui DFC untuk DTEK, perusahaan energi swasta terbesar Ukraina.
Pendanaan tersebut akan digunakan untuk membangun sistem baterai baru yang dapat menyediakan listrik cadangan bagi sekitar 600.000 rumah tangga selama maksimal dua jam.
Dana investasi bersama AS-Ukraina juga akan mengambil kepemilikan saham dalam platform kogenerasi panas dan listrik. Platform tersebut ditujukan untuk membangun dan mengoperasikan sejumlah hub energi guna membantu memulihkan pasokan listrik dan pemanas yang rusak.
Coleman menambahkan, dana tersebut masih mencari tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas investasinya.