Target Penghimpunan Dana Korporasi Terancam Meleset Meski Investor Meningkat

JAKARTA – Penghimpunan dana korporasi di pasar modal Indonesia diprediksi tidak akan mencapai target yang telah ditetapkan. Hingga September 2026, realisasi dana yang terkumpul baru mencapai Rp186,03 triliun, atau sekitar 74% dari target sebesar Rp250 triliun.

Angka ini terdiri dari Rp2,16 triliun dari penawaran umum perdana saham (IPO), Rp47,91 triliun dari penawaran umum terbatas (PUT), Rp10,43 triliun dari obligasi digital (EBUS), dan Rp175,53 triliun dari penawaran umum berkelanjutan EBUS Tahap I, II, III, dan seterusnya.

Meskipun masih ada 29 rencana penawaran umum dalam pipeline dengan nilai indikatif Rp26,47 triliun yang diharapkan dapat menambah realisasi hingga akhir tahun, totalnya diperkirakan baru mencapai Rp212,5 triliun. Angka ini masih menyisakan selisih sekitar Rp37,5 triliun dari target yang ditetapkan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi menyatakan bahwa realisasi hingga akhir tahun akan dipengaruhi oleh berbagai faktor. “Kami melihat, realisasi hingga akhir tahun nanti akan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti dinamika pasar, minat investor, serta pertimbangan emiten dalam menentukan momentum yang tepat untuk penerbitan dan biaya pendanaan,” ujar Hasan Fawzi dalam konferensi pers, Senin (5/10/2026).

Hasan menambahkan bahwa OJK akan terus mencermati perkembangan pasar dan berupaya mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pembiayaan. Upaya ini tetap mengedepankan kualitas keterbukaan informasi dan perlindungan bagi investor.

Fenomena ini terjadi bersamaan dengan lonjakan jumlah investor di pasar modal Indonesia. Data OJK per September 2026 mencatat ada penambahan 1,03 juta investor secara bulanan (MoM), sehingga total investor mencapai 32,17 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 57,96% secara year-to-date (ytd).

Menurut Hasan, pertumbuhan jumlah investor ini merupakan kelanjutan tren positif yang didorong oleh inisiatif penguatan ekosistem digital di industri pasar modal.

Tinggalkan komentar