Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, memberikan kepastian mengenai ketersediaan stok beras bagi masyarakat Indonesia. Ia menyatakan bahwa pasokan beras saat ini berada dalam kondisi aman setelah melakukan pemantauan langsung di berbagai titik distribusi penting.
Menurut Rajiv, peninjauan yang dilakukan tidak hanya mencakup gudang-gudang pemerintah, tetapi juga merambah ke tingkat retail. Ia mengamati bahwa rak-rak di toko ritel yang sebelumnya dilaporkan kosong kini telah terisi penuh dengan pasokan beras.
“Kita pastikan stok beras aman untuk masyarakat. Retail juga yang katanya kosong, semuanya penuh,” ujar Rajiv saat berada di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, pada Jumat (2/10).
Lebih lanjut, pemantauan juga mencakup fasilitas distribusi utama seperti yang dikelola oleh Perum Bulog dan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Hasil pengamatan di PIBC menunjukkan bahwa pasokan beras tersedia dalam jumlah yang sangat mencukupi.
“Di Cipinang tersedia, banyak, penuh semua,” katanya menegaskan.
Rajiv juga menekankan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap seluruh rantai distribusi beras. Tujuannya adalah untuk mencegah praktik-praktik yang dapat mengganggu kelancaran tata niaga komoditas pangan ini dan merugikan konsumen. Ia menilai bahwa kondisi distribusi saat ini sudah jauh membaik dibandingkan isu-isu negatif yang pernah beredar di pasar.
“Sudah enggak ada lagi yang bisa nyebrang-nyebrang atau oplosan-oplosan seperti dulu diisukan. Hari ini sudah bagus,” ujarnya.
Dari sektor produksi, Rajiv menilai tidak ada kendala berarti yang dihadapi. Ia berharap upaya perbaikan di sektor pertanian, termasuk pemeliharaan sawah dan infrastruktur pengairan, dapat terus ditingkatkan demi menjaga keberlanjutan produksi beras nasional.
“Dari sisi produksi bagus, enggak ada masalah. Semoga dari sisi produksi, sawah-sawahnya, perairannya juga sedang dibenahi,” kata dia.
Rajiv mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras. Ia menambahkan bahwa pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya menjaga keseimbangan antara produksi, stok, distribusi, dan harga agar kebutuhan pangan masyarakat senantiasa terpenuhi.
“Aman kok. Jangan khawatir. Kita pastikan juga harga beras tetap sesuai HET,” tegas Rajiv.
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga melaporkan bahwa kondisi pasokan di Cipinang berada dalam batas normal. Pada 19 September 2026, tercatat pasokan beras yang masuk ke PIBC mencapai sekitar 1.500 ton per hari, sementara stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog per 18 September 2026 berjumlah sekitar 4,6 juta ton.
“Saya sampaikan sekali lagi masyarakat tidak perlu khawatir karena beras dalam kondisi Aman,” jelasnya.