JAKARTA – Harga kontrak crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali mengalami pelemahan signifikan pada perdagangan Selasa, 29 September 2026. Sentimen negatif yang datang dari penurunan harga minyak kedelai global dan minimnya permintaan ekspor dari negara importir utama menjadi beban pasar yang berat.
Perdagangan CPO untuk kontrak pengiriman Oktober 2026 tercatat turun 50 Ringgit Malaysia, ditutup pada angka 4.374 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak November 2026 juga mengalami koreksi sebesar 52 Ringgit Malaysia, menjadi 4.461 Ringgit Malaysia per ton. Pelemahan serupa terjadi pada kontrak-kontrak berikutnya, di mana Desember 2026 melemah 56 Ringgit Malaysia menjadi 4.554 Ringgit Malaysia per ton, Januari 2027 terkoreksi 65 Ringgit Malaysia menjadi 4.652 Ringgit Malaysia per ton, Februari 2027 turun 75 Ringgit Malaysia menjadi 4.745 Ringgit Malaysia per ton, dan Maret 2027 terdepresiasi 85 Ringgit Malaysia ke level 4.834 Ringgit Malaysia per ton.
Menurut David Ng, proprietary trader Iceberg X Sdn Bhd, pelemahan harga CPO ini sejalan dengan tren negatif harga minyak kedelai yang diperdagangkan di Chicago Board of Trade (CBoT). Selain itu, sentimen pasar juga tertekan oleh data ekspor minyak sawit Malaysia yang dilaporkan lesu sepanjang bulan September.
“Pelemahan harga minyak kedelai dan lesunya permintaan dari negara-negara importir utama minyak sawit juga membebani pasar,” ujar David.
Data dari surveyor kargo Intertek Testing Services (ITS) yang dikutip David menunjukkan bahwa ekspor CPO Malaysia pada September 2026 mengalami penurunan 17,1% secara bulanan, mencapai sekitar 1,13 juta ton. Kondisi ini menambah tekanan pada harga CPO, terutama mengingat kekhawatiran akan peningkatan pasokan seiring mendekatnya periode produksi musiman yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, David memperkirakan level 4.500 Ringgit Malaysia per ton sebagai area support utama bagi harga CPO, sementara level resistance berada di kisaran 4.650 Ringgit Malaysia per ton. Dengan posisi harga kontrak Oktober yang saat ini berada di 4.374 Ringgit Malaysia per ton, pasar CPO terpantau berada di bawah level support krusial tersebut.