JAKARTA – Harga kontrak crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) menunjukkan tren kenaikan pada perdagangan Senin (5/10/2026), setelah mengalami tekanan pada pekan sebelumnya. Namun, penguatan ini masih dibayangi oleh tingginya persediaan domestik yang berpotensi membatasi laju harga.
Berdasarkan data bursa, kontrak CPO untuk pengiriman Oktober 2026 tercatat naik 36 Ringgit Malaysia menjadi 4.390 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak November 2026 juga terkerek naik 39 Ringgit Malaysia menjadi 4.480 Ringgit Malaysia per ton.
Tren kenaikan berlanjut pada kontrak-kontrak berikutnya. Kontrak Desember 2026 meningkat 43 Ringgit Malaysia menjadi 4.578 Ringgit Malaysia per ton, sementara kontrak Januari 2027 menguat 45 Ringgit Malaysia menjadi 4.672 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak Februari 2027 naik 52 Ringgit Malaysia menjadi 4.761 Ringgit Malaysia per ton, dan kontrak Maret 2027 menguat 55 Ringgit Malaysia menjadi 4.841 Ringgit Malaysia per ton.
Menurut laporan Bernama, kenaikan harga CPO ini didukung oleh aksi bargain hunting dari para pelaku pasar setelah harga mengalami penurunan pada pekan sebelumnya. Sentimen positif juga datang dari menguatnya harga minyak nabati pesaing yang turut mendongkrak harga CPO.
Meskipun demikian, Proprietary Trader Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, mengingatkan bahwa kekhawatiran terhadap tingginya persediaan domestik masih menjadi faktor pembatas utama bagi kenaikan harga CPO. “Harga CPO saat ini berada di level support 4.450 Ringgit Malaysia per ton, dengan resistance berada di kisaran 4.600 Ringgit Malaysia per ton,” jelasnya.