Saham GOTO Menguat Tajam Pasca Penurunan Tajam, Apa Pemicunya?

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara mengejutkan menunjukkan pembalikan arah dan melonjak pada sesi kedua perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026. Sekitar pukul 14.42 WIB, saham GOTO tercatat naik 7,14% ke level Rp 30, sebuah pencapaian signifikan setelah sebelumnya sempat berada di zona negatif pada jeda siang.

Perdagangan saham GOTO mengalami lonjakan volume yang drastis. Hingga berita ini disusun, total 83,84 miliar saham telah diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,2 triliun. Aktivitas beli bersih (net buy) pada saham GOTO juga tercatat tinggi, mencapai Rp 517,4 miliar berdasarkan data dari aplikasi Stockbit Sekuritas.

Tren penguatan ini terjadi setelah saham GOTO mengalami auto rejection bawah (ARB) secara beruntun sejak 28 September hingga 1 Oktober 2026. Penurunan tajam ini dipicu oleh perubahan batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1.

Menanggapi dinamika harga saham, Direktur dan Sekretaris Perusahaan GOTO, RA Koesoemohadiani, menyatakan keyakinan perusahaan bahwa harga saham saat ini belum mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat. “Dinamika harga saham lebih disebabkan oleh berbagai aspek teknis sebagaimana telah dijelaskan oleh perseroan di atas,” ungkapnya dalam keterbukaan informasi.

Secara fundamental, kinerja bisnis Grup GOTO terus menunjukkan tren positif. Pada kuartal II-2026, perseroan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 252 miliar, menandai dua kuartal berturut-turut membukukan keuntungan. Pendapatan bersih tercatat sebesar Rp 5,7 triliun, dengan EBITDA yang disesuaikan melampaui Rp 1 triliun. Perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat untuk mencapai panduan EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh, yaitu antara Rp 3,2 hingga Rp 3,4 triliun.

GOTO tetap fokus pada penguatan kinerja bisnis yang diyakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham. Selain itu, perusahaan telah memperoleh persetujuan untuk program pembelian kembali saham (buyback) dengan alokasi dana maksimal Rp 3,5 triliun, yang berlaku mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.

Lebih lanjut, berdasarkan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tertanggal 22 September 2026, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham pada RUPSLB yang dijadwalkan 14 Oktober 2026. Agenda utamanya adalah rencana pengurangan modal melalui penarikan kembali sebagian saham tresuri. Saham tresuri yang berasal dari program buyback periode 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025, yang berjumlah 32.186.417.802 saham seri A, akan ditarik kembali.

Tinggalkan komentar