Asing Lepas Saham GOTO Rp 927 Miliar, Harga Justru Melambung

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell signifikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 2 Oktober 2026. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi sasaran utama dengan total net sell mencapai Rp 927,6 miliar, disusul oleh saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 171,4 miliar.

Secara keseluruhan, net sell asing di seluruh pasar pada hari itu mencapai Rp 1,2 triliun, menambah total net sell sepanjang tahun berjalan menjadi Rp 82,5 triliun. Meskipun dibanjiri aksi jual asing, saham GOTO justru menunjukkan perlawanan sengit. Saham emiten teknologi ini ditutup melesat 7,1% ke level Rp 30.

Di sisi lain, transaksi beli bersih atau net buy terbesar oleh investor asing tercatat pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 44,19 miliar, meskipun nilainya relatif tidak signifikan dibandingkan aksi jual pada GOTO dan BBRI.

Perdagangan pada Jumat tersebut juga diwarnai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup naik 27,3 poin atau 0,46% ke level 6.036,8. Sebanyak 332 saham menguat, 357 saham melemah, dan 274 saham stagnan, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 12,1 triliun.

Aksi Korporasi GOTO

Direktur dan Sekretaris Perusahaan GOTO, RA Koesoemohadiani, menyatakan keyakinannya bahwa harga saham perseroan saat ini belum mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat. Ia berpendapat bahwa dinamika harga saham lebih banyak dipengaruhi oleh aspek teknis pasar.

Kinerja bisnis Grup GOTO terus menunjukkan tren positif. Pada kuartal II-2026, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 252 miliar, menandai laba selama dua kuartal berturut-turut. Pendapatan bersih GOTO tercatat sebesar Rp 5,7 triliun, dengan adjusted EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang disesuaikan) mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Perseroan juga diklaim berada di jalur yang tepat untuk mencapai panduan adjusted EBITDA tahunan sebesar Rp 3,2-3,4 triliun. Fokus utama perusahaan tetap pada penguatan kinerja bisnis yang diyakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham.

Lebih lanjut, Koesoemohadiani mengungkapkan bahwa GOTO telah memperoleh persetujuan untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan alokasi dana sebesar Rp 3,5 triliun. Program ini akan berlangsung dari 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.

Selain itu, merujuk pada pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 14 Oktober 2026, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana pengurangan modal. Pengurangan modal ini akan dilakukan dengan cara menarik kembali sebagian saham treasuri, yang melibatkan 32,1 miliar saham seri A.

Tinggalkan komentar