PTPN III Ungkap Tiga Fase Transformasi Menuju Keberlanjutan Bisnis

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) memaparkan strategi komprehensif untuk mentransformasi perusahaan demi menciptakan nilai yang berkelanjutan. Transformasi ini dijalankan secara bertahap dengan fokus pada keberlangsungan operasional, perbaikan fundamental bisnis, dan pembangunan pertumbuhan yang stabil, sembari memperhatikan aspek people, profit, dan planet.

Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, menjelaskan tahapan transformasi ini dalam sebuah kuliah umum. Fase pertama adalah ‘surviving’, di mana perusahaan harus fokus pada keberlangsungan operasional saat menghadapi tekanan kinerja dan kerugian. “Kita harus bertahan untuk hidup,” ungkap Denaldy.

Setelah kondisi perusahaan mulai stabil, tahap kedua adalah ‘fix the fundamental’. Fase ini berfokus pada pembenahan fondasi dan proses bisnis. Hal ini menjadi dasar penting untuk membangun pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan di masa depan.

Selain itu, PTPN III tidak hanya mengelola komoditas perkebunan tradisional seperti kelapa sawit, karet, tebu, dan kopi. Dalam menjalankan mandat strategis di bidang ketahanan pangan dan energi, PTPN juga ditugaskan untuk mengembangkan komoditas pangan lainnya, termasuk bawang putih, kedelai, dan ubi kayu.

Pengembangan komoditas pangan ini membuka peluang bagi PTPN III untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan tinggi. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat mendukung penguatan pengetahuan, riset, inovasi, serta pengembangan model bisnis yang memberikan nilai tambah.

Menindaklanjuti upaya ini, PTPN III dan Universitas Padjadjaran (Unpad) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini menandai langkah awal penguatan kolaborasi antara kedua institusi melalui berbagai program yang dirancang untuk mendukung pengembangan pendidikan, riset, serta kontribusi positif kepada masyarakat.

Tinggalkan komentar