Lima berita ekonomi paling populer hingga Kamis (1/10/2026) mencakup prediksi harga emas oleh Morgan Stanley, strategi investasi saham BMRI oleh Andry Hakim, perkembangan toko Neka, pembagian dividen interim GEMS, hingga divestasi Adaro.
Morgan Stanley memprediksi harga emas akan kembali menembus US$ 5.000 pada tahun depan, meskipun saat ini sedang berada di bawah tekanan. Kepala strategi logam dan pertambangan di Morgan Stanley, Amy Gower, menyatakan prediksi ini didukung oleh permintaan yang tetap kuat dari ETF dan bank sentral. Meskipun harga emas mungkin menghadapi tekanan dalam waktu dekat, Morgan Stanley memperkirakan adanya kenaikan lebih lanjut pada bulan-bulan mendatang.
Andry Hakim Ungkap Alasan Koleksi Saham BMRI
Investor muda sekaligus founder dan chief investment officer (CIO) Hakimson.id, Andry Hakim, membeberkan alasan menempatkan dana dalam jumlah besar di saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keputusan ini tidak hanya didorong potensi dividen, tetapi juga strategi pendanaan melalui transaksi repurchase agreement (repo). Andry mulai mencicil saham BMRI ketika harganya berkisar Rp 4.500-Rp 5.000. Ia memilih BMRI sebagai ‘jangkar’ yang lebih aman setelah mendapat pelajaran dari penggunaan saham berfluktuasi tinggi sebagai jaminan repo, seperti pengalamannya menggunakan saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).
Pemilik Azko Buka-bukaan soal Kondisi Toko Neka
Pemilik merek Azko, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), memberikan keterangan mengenai perkembangan toko Neka, yang juga merupakan merek di bawah naungan ACES. Aspirasi Hidup Indonesia terus memperluas jaringan ritel NEKA dengan membuka lima gerai baru sepanjang September 2026 di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Lampung. Ekspansi ini bertujuan untuk mendekatkan solusi belanja kebutuhan rumah dan gaya hidup kepada masyarakat Indonesia. Manajemen ACES menegaskan fokus perseroan pada kota-kota berkembang di luar pusat metropolitan, dengan Semarang menjadi salah satu kota yang mendapat dua gerai baru karena potensi pasarnya yang besar.
Emiten Batu Bara Bagikan Dividen Interim
Emiten batu bara Grup Sinar Mas, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), memutuskan untuk membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai US$ 200 juta atau US$ 0,034 per saham. Keputusan ini telah disetujui oleh direksi dan dewan komisaris Golden Energy Mines. Pembayaran dividen interim sebesar Rp 611,93 per saham ini menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per tanggal 30 September 2026, di mana US$ 1 setara dengan Rp 17.996.
Adaro (AADI) Raih Rp 12,5 Triliun dari Jual Kestrel Coal
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), melalui Adaro Capital Limited (ACL), menerima sekitar US$ 700 juta atau setara Rp 12,5 triliun setelah menyelesaikan divestasi seluruh saham dan warannya di Kestrel Coal Group Pty Ltd. Transaksi pengalihan kepemilikan Kestrel kepada Yancoal Australia Limited ini diselesaikan pada 1 Oktober 2026 waktu Melbourne, Australia. Hasil divestasi yang diterima AADI via ACL merupakan nilai setelah dikurangi pajak dan masih tunduk pada penyesuaian berdasarkan ketentuan dalam sale and purchase agreement (SPA) atau perjanjian jual beli.