OJK Prioritaskan Kualitas Investasi Jangka Panjang di Pasar Modal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk mengembangkan pasar modal Indonesia dengan menekankan prinsip ‘quality over quantity’. Fokus utama adalah pada pertumbuhan investasi yang berkualitas, produktif, berorientasi jangka panjang, dan berkelanjutan, bukan semata-mata mengejar peningkatan jumlah perusahaan tercatat maupun investor.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam acara Nusantara Investment Forum 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Jumat (2/10/2026). Menurut Hasan, pengembangan pasar modal harus memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian nasional.

Investasi yang berkualitas, lanjut Hasan, harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan industri, mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan lapangan kerja yang bermutu. “Quality over quantity. Pengembangan pasar modal ke depan tidak hanya berorientasi pada penciptaan pertumbuhan atau growth dari sisi angka-angka saja, tetapi juga pada quality of growth itu sendiri,” ujar Hasan.

Hingga akhir September 2026, pasar modal Indonesia mencatat 148 emisi dengan total penghimpunan dana mencapai Rp 169,5 triliun. Terdapat pula pipeline penghimpunan dana senilai Rp 27,61 triliun.

Hasan menambahkan bahwa kualitas pertumbuhan pasar modal juga sangat bergantung pada fundamental dan tata kelola perusahaan yang kuat. “Investor membutuhkan informasi yang dapat diandalkan, terjadi pembentukan harga yang wajar di bursa efek, kemudian tata kelola yang baik, dan juga para intermediari yang harus terus terjaga baik,” jelasnya.

Untuk memastikan hal tersebut, OJK bersama regulator pasar modal, bursa, KPEI, KSEI, serta seluruh asosiasi pelaku usaha terus menjaga dan mengawal agenda reformasi integritas pasar modal. “Investasi yang berkualitas sekali lagi membutuhkan pasar yang terus berintegritas dan kredibel. Integritas pasar ini berkonsekuensi langsung terhadap kualitas alokasi modal yang dihasilkan,” tegas Hasan.

Lebih lanjut, Hasan menyebutkan bahwa jumlah investor pasar modal telah mencapai 32,17 juta. Ia menekankan bahwa peningkatan jumlah investor ini perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai risiko serta orientasi investasi yang lebih panjang.

Tinggalkan komentar